TechnoBusiness News
Cango Kantongi Investasi US$10,5 Juta dari EWCL, Siap Genjot Pertumbuhan
Kepemilikan saham EWCL di Cango meningkat dari 2,81% menjadi 4,69%.
● Cango awalnya didirikan di China sebagai perusahaan layanan transaksi otomotif sebelum bertransformasi ke bisnis penambangan Bitcoin.
● “Dengan dukungan pemegang saham utama, Cango optimistis dapat mengeksekusi strategi bisnis dengan skala dan ambisi yang lebih besar.”
New York, TechnoBusiness CN ● Cango Inc. (NYSE: CANG), perusahaan penambangan Bitcoin global yang juga mengembangkan platform energi dan komputasi AI terintegrasi global asal China, memperoleh tambahan investasi senilai US$10,5 juta dari Enduring Wealth Capital Limited (EWCL).
Melalui perjanjian investasi yang ditandatangani pada 29 Desember 2025, Cango akan menerbitkan 17 juta saham biasa Kelas B kepada EWCL dengan harga US$1,50 per saham, dan setiap sahamnya memiliki 20 hak suara.
Setelah transaksi rampung, kepemilikan saham EWCL diperkirakan akan meningkat dari sekitar 2,81% menjadi 4,69%, sementara hak suaranya melonjak dari 36,68% menjadi 49,61% dari total hak suara yang beredar.
CEO sekaligus Director Cango Paul Yu menyatakan peningkatan komitmen investasi tersebut mencerminkan kepercayaan EWCL terhadap strategi jangka panjang perusahaan. “Dengan dukungan pemegang saham utama, Cango optimistis dapat mengeksekusi strategi bisnis dengan skala dan ambisi yang lebih besar,” katanya.
Memasuki 2026, Cango akan memfokuskan penguatan operasional penambangan Bitcoin, termasuk peningkatan efisiensi hashrate, pembaruan armada penambangan, serta akuisisi aset penambangan strategis secara selektif.
Di luar bisnis inti, tambahan modal juga dialokasikan untuk mengembangkan lini bisnis energi dan komputasi AI secara paralel. Investasi EWCL diharapkan menjadi pendorong utama bagi Cango dalam membangun platform infrastruktur global terintegrasi untuk mendukung ekonomi digital masa depan.
Investasi terbaru itu akan digunakan untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan strategis perusahaan. Tambahan investasi tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan Bursa Efek New York, dengan target penyelesaian pada Januari ini.●
PHILIPS C. RUBIN/TechnoBusiness US
