TechnoBusiness News
Sharp Dukung Pengembangan SDM Indonesia Melalui Sharp Class
Program Sharp Class dimulai sejak 2012 dan telah diikuti oleh 893 siswa.
● Sharp Electronics Indonesia menyelenggarakan Program Sharp Class untuk siswa-siswa SMK.
● “Program Sharp Class memberi pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri.”
Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Sharp Electronics Indonesia, anak perusahaan Sharp Corporation asal Jepang di Indonesia, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, salah satunya melalui Program Vokasi Sharp Class.
Yang terbaru, pada Senin (26/1) kemarin, Sharp menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan SMKN 3 Karawang sebagai bentuk sinergi konkret antara industri dan institusi pendidikan vokasi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Head Division Sharp Electronics Indonesia, mengatakan, Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan SDM nasional. Juga, sebagai upaya berkelanjutan perusahaan dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten.
“Program ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Kami percaya bahwa program kolaborasi seperti ini sangat penting guna mempersiapkan generasi muda Indonesia yang mampu bersaing di dunia kerja,” ungkapnya.
Program Sharp Class diperkenalkan pertama kali pada 2012 dan kini telah diimplementasikan di 24 SMK di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, dan Padang. Sebanyak 893 siswa telah mengikuti program itu dengan 83 lulusan di antaranya menjadi karyawan Sharp.
Di SMKN 3 Karawang, Program Sharp Class diikuti oleh 25 siswa terpilih. Proses pelatihan berlangsung dua bulan dengan kurikulum yang dirancang berbasis kebutuhan industri, seperti penguasaan teori dan praktik seputar pendingin ruangan—kompetensi dengan permintaan tinggi di pasar.
“Program Sharp Class memberi pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri. Materi yang diajarkan, metode praktik, dan keterlibatan langsung tenaga profesional dari Sharp membantu siswa kami memahami standar kerja yang sesungguhnya,” ujar Dra. Ade Mardiah, M.Pd., Kepala SMKN 3 Karawang.●
PURJONO AGUS SUHENDRO/TechnoBusiness ID
