Berbekal Teknologi API, BCA Maksimalkan Garap Pasar Ritel

  • Sebagai bank transaksi, BCA fokus pada pengembangan teknologi keuangan (financial technology) dengan menawarkan layanan solusi Application Program Interface (API).
  • “Semua hal tidak bisa lepas dari teknologi digital.”

 

JAKARTA – Di tengah keramaian hari pertama pameran Internet Retailing Expo Asia di Ballroom Pullman Hotel, Central Park, Jakarta Barat, Selasa (18/1), Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Armand W. Hartono hadir. Ia mengunjungi booth BCA yang berada di antara puluhan booth lainnya.

ARMAND W. HARTONO
Wakil Presiden Direktur BCA

Armand menyatakan industri ritel di Indonesia tumbuh pesat. Belakangan, seiring berkembangnya teknologi, ritel telah memiliki kanal baru yang cukup masif, yakni digital. Oleh sebab itu, BCA menangkap peluang itu dengan mengembangkan teknologi finansial (financial technology) berupa solusi Application Program Interface (API).

“Seiring dengan perkembangan inovasi digital yang pesat dewasa ini, bisnis ritel tak pelak dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan berupa alur transaksi perdagangan yang lintas batas, bahkan cenderung global,” ungkap Armand.

 

“Semua hal tidak bisa lepas dari teknologi digital.”

 

Pesatnya globalisasi, lanjutnya, juga menjadikan para konsumer memiliki banyak alternatif produk dan jasa yang mendorong perubahan preferensi konsumer ke arah akuisisi produk dan jasa. Produk dan jasa itu tidak hanya berkualitas, tetapi juga menawarkan proses pembayaran yang efisien, yakni dengan go online.

Meski demikian, kepada TechnoBusiness Indonesia, Armand menyatakan tidak ada strategi khusus untuk menggarap pasar digital. Sebab, semua hal yang dilakukan perusahaan sekarang ini ujung-ujungnya menyangkut ke ranah digital. “Semua hal tidak bisa lepas dari teknologi digital,” katanya.

 

US$324 Juta 

nilai transaksi ritel modern di Indonesia, dan transaksi online baru 1%-nya.

 

BCA mengembangkan API untuk mempermudah para peritel melakukan transaksinya. Dengan aplikasi tersebut, kata Executive Vice President Information Technology BCA Hermawan Tendean dalam diskusi panel di acara yang sama, transaksi peritel akan semakin mudah, nyaman, dan efisien.

Teknologi memang telah mengubah pola belanja konsumen di seluruh dunia. Tetapi, perubahan ini baru sebuah awal. Lihatlah nilai transaksi yang terjadi di Indonesia dari sebuah aktivitas ritel online, baru 1% dari sekitar US$324 juta, ujar Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia Roy N. Gumay.**

Reino M. Bahaswan, TechnoBusiness IndonesiaFoto-Foto: TechnoBusiness