Pemerintah Dorong 8 Juta Petani “Go Digital”

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Demi mewujudkan visi Ekonomi Digital Indonesia, pemerintah mendorong agar para petani dan peternak ikan tradisional untuk go digital.

Setidaknya ada 8 juta petani dan peternak ikan yang bakal memperoleh dukungan dari pemerintah untuk segera masuk ke ranah digital.

Baca Juga: Tiga Teknologi Ritel Canggih Keluaran Suning

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menghadiri peluncuran data center kedua Alibaba Cloud Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/1).

Pemerintah menargetkan perusahaan-perusahaan unicorn dan decacorn asal Indonesia semakin banyak.

Menurut Rudiantara, visi Ekonomi Digital Indonesia sudah dengan jelas menetapkan arah pembangunan ke depan.

“Salah satunya membantu para petani dan peternak ikan tradisional untuk go digital,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat pertumbuhan 1.000 perusahaan rintisan (startup) serta usaha kecil dan menengah untuk go digital.

Targetnya, kata Rudiantara, menciptakan unicorn dan decacorn baru menyusul marketplace Tokopedia dan Bukalapak, platform tiket online Traveloka, dan lain sebagainya.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Kominfo.go.id

 

ASPIMTEL Dukung Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar

  • Pemerintah perlu memerhatikan infrastruktur telekomunikasi agar target pada 2020 itu sukses.
  • Keberadaan menara telekomunikasi sama pentingnya dengan jalan tol dan gardu listrik.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Ekonomi digital memang belum seberapa jika dibandingkan dengan ekonomi konvensional. Namun, pertumbuhannya tidak bisa direm lagi.

 

Baca Juga: Disrupsi Teknologi Menjadi Ujian bagi Pemimpin Perusahaan Saat Ini

 

Kementerian Komunikasi dan Informatika di berbagai kesempatan sering menyampaikan bahwa pada 2020 mendatang ekonomi digital di Indonesia akan bernilai US$130 miliar (Rp1.700 triliun). Angka sebesar itu akan setara dengan 20% produk domestik bruto (PDB).

Pada tahun itu, Indonesia juga ditargetkan menjadi Negara Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara. Selain membuat peta jalan perdagangan elektronik (e-commerce roadmap), pemerintah ingin menciptakan 1.000 technopreneur baru pada 2020 dengan valuasi US$10 miliar.

Tentu pertumbuhan demi pertumbuhan di ranah digital itu membutuhkan data koneksi internet yang semakin besar. Untuk itu, Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) berkomitmen mewujudkan target pemerintah tersebut dengan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan menara telekomunikasi.

Ketua ASPIMTEL Gusandi Sjamsudin berpendapat untuk menjadikan Indonesia unggul dalam ekonomi digital diperlukan pemetaan ulang kebijakan pembangunan infrastruktur nasional.

“Tidak hanya pembangunan infrastruktur darat dan laut, tapi infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi digital juga perlu didukung agar bisa menjadi penyokong perekonomian nasional di masa depan,” ungkapnya di Jakarta belum lama ini.

 

US$130 MILIAR/RP1.700 TRILIUN/20% PDB

Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020

 

Sebab, kata Gusandi, keberadaan menara telekomunikasi sama pentingnya dengan jalan tol dan gardu listrik. Oleh karena itu, menara telekomunikasi juga perlu dilindungi dengan regulasi dari pemerintah.

ASPIMTEL didirikan pada 20 April 2005. Saat ini, asosiasi itu memiliki anggota sebanyak 27 perusahaan penyedia menara; 5 di antaranya telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Anggota-anggota tersebut mengoperasikan 40.000 menara telekomunikasi di seluruh Tanah Air.

 —Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: ASPIMTEL