Exclusive Interview with Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia Technology

TechnoBusiness TV ● Pada Februari lalu, PT Sprint Asia Technology, perusahaan pengembang perangkat lunak keamanan bertransaksi terkemuka di Indonesia, memperkenalkan BayarInd.

BayarInd merupakan payment ecosystem yang melayani proses transaksi, mulai dari pemesanan, pembayaran, inventori, hingga penjurnalan. Aplikasi BayarInd diperuntukkan bagi konsumen, sedangkan untuk pebisnis disediakan aplikasi PasarInd.

Sebagai aplikasi yang end-to-end untuk seluruh layanan bisnis, Sprint Asia Technology optimistis BayarInd dan PasarInd bakal diterima pasar dengan baik.

“Namun, untuk tahap awal, kami memfokuskannya pada segmen restoran terlebih dahulu,” ungkap Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia Technology, dalam program “Exclusive Interview with TechnoBusiness TV Indonesia” pada pertengahan Oktober ini.

Setyo meyakini dalam setahun ini BayarInd telah digunakan oleh 1 juta pengguna dan PasarInd oleh 100.000 pengguna. Seperti apa strateginya? Simak wawancara eksklusif kami berikut ini.●

TechnoBusiness TV

TechnoBusiness.id

Erani Yustika: Ada Lima Urusan Inti Bidang Ekonomi yang Dikerjakan Pemerintah

TechnoBusiness TV ● Pemerintah telah mengerjakan lima urusan inti yang terkait dalam bidang ekonomi nasional selama empat tahun ini.

Demikian dikatakan oleh Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika, staf khusus bidang ekonomi kepresidenan, di Kongkow Bisnis PAS FM, Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (26/9).

Untuk mengetahui apa saja lima urusan inti itu, simak penjelasan Erani tersebut berikut ini. Kunjungi pula TechnoBusiness TV Channel di YouTube.●

Rizal Ramli: Kebijakan Pengetatan Anggaran Justru Memperlambat Perekonomian

TechnoBusiness TVDr. Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menilai kebijakan pemerintah dalam menangani gejolak perekonomian nasional dengan melakukan pengetatan anggaran tidak tepat.

Simak Juga: Erick Hadi Talked About Hard Choice in His Life and Career

Rizal mengatakan kebijakan pengetatan anggaran justru akan semakin memperlambat pergerakan perekonomian nasional. Ia mencontohkan kebijakan serupa pernah dilakukan di banyak negara, tapi tidak ada yang berhasil.

“Bahkan, negara maju pun tidak mau melakukan itu,” ungkap ekonom senior itu di Kongkow Bisnis Pas FM, Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (26/9). Berikut penjelasannya.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Video: TechnoBusiness TV

 

Ajisatria Suleiman: “Kenapa Fintech Itu Menarik?”

PowerTalks.ID/TechnoBusiness ID ● Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial (financial technology/fintech) belakangan ini tumbuh subur bak jamur pada musim hujan.

Jika merujuk pada data Asosiasi Fintech Indonesia, per September ini ada 67 fintech lending, 3 agen reksa dana khusus berbasis teknologi informasi (TI), dan 2 pialang asuransi khusus berbasis TI yang terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga: Selamat Datang Selfin, Penantang Baru Facebook

Sedangkan yang terdaftar di Bank Indonesia ada 10 penyelenggara fintech, 1 penyelenggara dompet elektronik, 7 penyelenggara payment gateway, 13 penyelenggara uang elektronik, dan lain sebagainya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia M. Ajisatria Suleiman mengungkapkan bahwa industri fintech saat ini sama seperti ketika booming e-commerce pada 4-5 tahun lalu. “Karena masih awal, maka belum ada pemenang di fintech,” katanya.

Baca Juga: Strategi AirAsia Dorong Pertumbuhan Lewat Data

Di hadapan para peserta PowerTalks.ID, talkshow bulanan yang diadakan oleh IDX Incubator, Tripal.co, dan TechnoBusiness Indonesia, pada Jumat (21/9) malam, Aji melanjutkan, “Oleh karena itu, semua orang mencurahkan pikiran, sumber daya, dan uang untuk menjadi pemenang di fintech.”

Ia menggambarkan bahwa sebelum kelihatan pemenangnya, para pemain e-commerce juga jor-joran dengan segala strategi yang dimiliki. Kondisi itu akan terjadi sampai pada satu titik muncul sang pemenang.

TechnoBusiness Star: Erick Hadi Talked About Hard Choice in His Life and Career

Saat lima besar e-commerce sudah diketahui, yang keenam dan seterusnya mulai melakukan konsolidasi. Sebab, pasarnya sudah terkonsentrasi ke yang paling besar. “Kalau di fintech belum sampai pada titik itu,” jelas Aji.

Karena belum mencapai titik itu, maka masih sulit menyebutkan siapa yang menjadi pemain terbesar di industri fintech saat ini. Tidak hanya yang bergerak di bidang payment, tapi juga lending, dan lain sebagainya. Apalagi, fintech yang fokus pada lending pun masih terpecah-pecah sesuai target pasarnya.

“Jadi, untuk terlibat di industri fintech saat ini sangat menarik karena sedang hot-hot-nya,” terang Aji. “Diprediksi 4-5 tahun mendatang akan muncul Unicorn berikutnya dan itu kemungkinan berasal dari fintech.”●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto & Video: TechnoBusiness ID

 

Baca artikel-artikel bisnis teknologi yang menarik, baik global maupun lokal, di TechnoBusiness ID; simak dan berlanggananlah konten-konten video TechnoBusiness TV di sini.#NoBusinessWithoutTechnology

 

Yuk, Ngeband Asyik Bareng Virza dan OONA TV (2)

TechnoBusiness TV – Band sering kali menjadi pembuka acara-acara penting perusahaan, termasuk saat peluncuran OONA TV di Ballroom Landmark Telkom Building, Jakarta, pada Rabu (19/9).

Saat itu, Virza menjadi bintang tamu untuk menghibur para hadirin dan rekan-rekan media. Berikut ini rekaman suara Virza yang begitu enak didengar. Asyik, bukan?

Kunjungi TechnoBusiness TV Channel di YouTube

Yuk, Ngeband Asyik Bareng Smartfren (2)

TechnoBusiness TV – Dalam peluncuran kartu perdana dan voucher data Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota Smartfren di Livespace, Lot 8 SCBD, Jakarta, Selasa (18/9), para awak media teknologi dan gaya hidup tumplek-blek.

Lihat Juga: Yuk, Ngeband Asyik Bareng Smartfren (1)

Mereka yang hadir tampak asyik menikmati lantaran dibuka dengan aksi band yang menawan. Pembukaan itu mencitrakan target kartu perdana dan voucher data tersebut yang disasarkan kepada kaum milenial.

Untuk menonton konten-konten TechnoBusiness TV, kunjungi TechnoBusiness TV Channel di YouTube

Erick Hadi Talked About Hard Choice in His Life and Career

TechnoBusiness Star ● In pursuing a career, no matter how successful, someone must have experienced a dilemma. If you choose A there are consequences, if you choose B there are consequences. It’s really a hard choice. Especially our position as a company leader.

Erick Hadi, former Managing Director of Rittal Indonesia who currently serves as CEO of Electronics Science Indonesia, an innovative company behind the practice of digital transformation of companies, tells of his hard choices to TechnoBusiness TV recently. See the story.●

 

TechnoBusiness Star ● Dalam meniti karier, sesukses apa pun, pasti pernah mengalami dilema. Jika memilih A ada konsekuensinya, jika memilih B ada konsekuensinya. Benar-benar sebuah pilihan sulit. Apalagi posisi kita sebagai pemimpin perusahaan.

 

Erick Hadi, mantan Managing Director Rittal Indonesia yang kini menjabat sebagai CEO Electronics Science Indonesia, perusahaan inovatif di balik praktik transformasi digital perusahaan-perusahaan, menceritakan pilihan sulitnya kepada TechnoBusiness TV belum lama ini. Simak ceritanya.●

 

Please visit to our TechnoBusiness TV Channel di YouTube 

 

 

Yuk, Ngeband Asyik Bareng VIRZA dan OONA TV (1)

TechnoBusiness TV – Band sering kali menjadi pembuka acara-acara penting perusahaan, termasuk saat peluncuran OONA TV di Ballroom Landmark Telkom Building, Jakarta, pada Rabu (19/9).

Saat itu, Virza menjadi bintang tamu untuk menghibur para hadirin dan rekan-rekan media. Berikut ini rekaman suara Virza yang begitu enak didengar. Asyik, bukan?

Yuk, Ngeband Asyik Bareng Smartfren (1)

TechnoBusiness TV – Dalam peluncuran kartu perdana dan voucher data Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota Smartfren di Livespace, Lot 8 SCBD, Jakarta, Selasa (18/9), para awak media teknologi dan gaya hidup tumplek-blek.

Mereka yang hadir tampak asyik menikmati lantaran dibuka dengan aksi band yang menawan. Pembukaan itu mencitrakan target kartu perdana dan voucher data tersebut yang disasarkan kepada kaum milenial.

Untuk mengetahui berita dan analisis bisnisnya, silakan klik www.technobusiness.id

Strategi Menghadapi Era Digital dengan 3C

TechnoBusiness TV ● Perkembangan dunia digital amat pesat dan menantang. Kehadirannya membuat peta persaingan di semua lini, terutama bisnis, berubah total.

Untuk itu, diperlukan strategi bagaimana cara menghadapinya agar memenangkan persaingan.

Kevin Wu, founder dan CEO Tripal.co, platform travel online kekinian, berpendapat persaingan di era digital saat ini dapat dihadapi dengan 3C. Apa itu?

Untuk mengetahui lebih jelasnya, silakan simak video “Tips & Opinion” TechnoBusiness TV berikut ini.