Connect with us

TechnoBusiness Auto

Jumlah Kendaraan Listrik di Indonesia Sudah Mencapai 133.325 Unit

Jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Indonesia sudah mencapai 133..225 unit.

Published

on

Jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Indonesia sudah mencapai 133.225 unit.

Indonesia bakal mempunyai fasilitas pengujian kendaraan terbesar se-Asia Tenggara.

Jakarta, TechnoBusiness Auto ID Jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia per 3 April lalu sudah 133.225 unit jika dihitung berdasarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Advertisement

TechnoBusiness News: Tambah Taksi Listrik, Bluebird Komit Turut Turunkan Emisi Karbon

SRUT adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sebelum Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan serta pelat nomor kendaraan dikeluarkan.

Jumlah itu diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara Periklindo Electric Vehicle Show 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/4).

“Kami bertanggung jawab dalam memastikan kendaraan  bermotor yang dioperasikan wajib memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan sehingga aman dan berkeselamatan,” katanya.

Kementerian Perhubungan melakukan 18 item pengujian berdasarkan standar nasional dan internasional. Mulai 2025, Indonesia akan memiliki fasilitas pengujian tipe kendaraan bermotor terbesar se-Asia Tenggara.

Advertisement

Fasilitas pengujian yang disebut Proving Ground itu dibangun di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

TechnoBusiness News: Spire Research and Consulting “Rebranding” Jadi YAMADA Consulting & Spire

Fasilitas tersebut berperan penting dalam upaya mewujudkan energi bersih melalui kendaraan listrik. Apalagi, jumlah kendaraan listrik yang beredar di Indonesia bakal semakin banyak dari tahun ke tahun.

Pada 2030, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, jumlah kebutuhan energi di sektor transportasi mengalami penghematan sebesar 0,4 juta TOE atau senilai Rp4,2 triliun dan memangkas 358 juta ton emisi karbon.

—Vino Darmawan, TechnoBusiness Auto ID

Advertisement