Omzet Single Day Alibaba “Salip” Canton Fair

Hangzhou, TechnoBusiness ● Ada yang menarik dari pagelaran festival belanja online di China kemarin.

Dalam Global Shopping Festival 2018 pada 11 November, atau yang lebih dikenal dengan Single Day, Alibaba membukukan penjualan senilai US$30,8 miliar.

Baca Juga: Alibaba Raup US$30,8 Miliar dari Single Day

Tahukah Anda bahwa ternyata penjualan sehari Alibaba itu justru lebih besar jika dibandingkan dengan omzet pameran konvensional Canton Fair.

Menurut China Foreign Trade Centre, China Import and Export Fair alias Canton Fair 2018 ditutup dengan nilai penjualan sebesar ¥206,5 miliar atau senilai US$29,8 miliar.

Nilai penjualan Single Day Alibaba yang hanya sehari lebih besar dibanding omzet pameran konvensional Canton Fair selama tiga minggu .

Padahal, Canton Fair telah berjalan 124 kali dan tahun ini digelar sejak 15 Oktober-4 November, tidak berapa lama sebelum Single Day Alibaba diadakan.

Deputy Director General China Foreign Trade Centre Xu Bing mengatakan keberagaman pembeli global membantu berbagai perusahaan agar bisa mengonsolidasikan pasar-pasar konvensional.

Akan tetapi, nilai yang diciptakan Canton Fair tahun ini itu juga lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut disumbangkan oleh 189.812 pembeli dari 215 negara.

Selain itu, juga menjajaki pasar-pasar berkembang dan potensial serta meningkatkan tata letak mereka di pasar internasional,” ungkap Bing dalam penjelasan resminya di Guangzhou, Minggu (11/11).

Baca Juga: Jangan Terbujuk “Setan Diskon” 11.11

Omzet terbesar diperoleh dari penjualan produk permesinan dan elektronik, yang mencapai US$16,187 miliar. Produk-produk industri berbobot ringan mengikuti dengan omzet US$7,299 miliar.

Dalam pameran yang diikuti oleh peritel-peritel utama dunia seperti Wal-mart, Costco, Kroger, dan lain-lain itu, produk tekstil dan busana menyumbang omzet sebesar US$1,514 miliar.●

—Zhang Ju, TechnoBusiness ● Foto: Canton Fair

 

Jegal Amazon, Alibaba Tambah US$2 Miliar ke Lazada

Singapura, TechnoBusiness ● Melihat rival globalnya, Amazon.com (NASDAQ: AMZN) asal Amerika Serikat, yang mulai menyeriusi pasar Asia Tenggara, sepertinya Alibaba Group Holding Ltd. (NSYE: BABA) tak mau kecolongan.

Baca Juga: Inilah Pertimbangan Alibaba Kucurkan Investasi US$1,1 Miliar ke Tokopedia

Untuk itu, raksasa e-commerce asal China tersebut baru saja kembali mengucurkan investasi senilai US$2 miliar ke Lazada Group, marketplace online yang diakuisisinya senilai US$1 miliar pada April 2016.

Gudang Lazada di Jakarta Timur

Kucuran itu menjadikan total investasi Alibaba ke Lazada sebanyak US$4 miliar karena pada Juli 2017 juga telah menambah US$1 miliar. Kini, Lazada menguasai 83% kepemilikan marketplace yang beroperasi di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Atas aksi korporasi itu, Alibaba menempatkan Lucy Peng, satu dari 18 pendiri kelompok bisnis yang berkantor pusat di Hangzhou, China, itu menjadi CEO Lazada. Kehadirannya menggantikan Maximilian Bittner yang telah memimpin Lazada sejak Maret 2012 di bawah Rocket Internet Gmbh.

Tidak hanya Amazon—yang sudah meluncurkan Amazon Prime di Singapura—yang diwaspadai Alibaba, barangkali rival senegaranya, JD.com yang sudah menancapkan “kukunya” di Indonesia, pasar terbesar e-commerce di Asia Tenggara, juga menjadi pertimbangan tersendiri.

—Michael A. Kheilton, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Lazada

 

Unilever Jalin Kerja Sama Strategis dengan Alibaba

Hangzhou, TechnoBusiness ● Unilever (NSYE: UN; LSE: ULVR), produsen makanan, minuman, dan perawatan tubuh berskala global yang berkantor pusat di Rotterdam, Belanda, dan London, Inggris, menandatangani kerja sama strategis dengan raksasa e-commerce asal China, Alibaba (China) Co. Ltd.

Baca Juga: Di Bawah Naungan Grup Salim, Begini Strategi Baru Elevenia

Kerja sama untuk meningkatkan penjualan di China dan seluruh dunia itu ditandatangani di Hangzhou belum lama ini. Dalam aliansinya dengan Alibaba, Unilever mengusung Truliva, merek baru dari Qinyuan. Truliva bersama-sama Alibaba akan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama di bidang pengembangan bisnis ritel baru, aplikasi teknologi baru, dan model bisnis baru.

Eksplorasi bisnis itu pun bakal menjadi tonggak kerja sama keseluruhan antara Unilever dan Alibaba secara global. “Kesepakatan tersebut merupakan saksi lain dari kemitraan abadi antara Unilever dan Alibaba selama bertahun-tahun,” ungkap Frank Qu, Vice President Unilever Home Care Asia Utara sekaligus CEO Qinyuan Group.

Ia merasa senang Truliva dipilih sebagai merek inti untuk mendaratkan proyek kerja sama di China. “Kami percaya bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya akan membantu mendorong pertumbuhan bisnis Truliva melalui penetrasi pasar yang lebih dalam, tapi juga berkontribusi terhadap pengembangan kesehatan kategori pemurnian air di China,” ujarnya.

—Zhang Ju, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Unilever

 

Alibaba “Tancapkan” Alipay di Indonesia Melalui Emtek Group

  • Alipay akhirnya masuk ke Indonesia melalui kemitraan dengan Emtek Group.
  • Layanan Ant Financial Services Group meliputi Alipay, Ant Fortune, Zhima Credit, dan MYbank.

 

JAKARTA & HANGZHOU – Ant Financial Services Group, perusahaan layanan keuangan berbasis teknologi yang sebagian sahamnya dimiliki Alibaba Group, akhirnya resmi “menancapkan” Alipay di Indonesia. Ant Financial yang fokus pada pasar usaha kecil dan perorangan memasukkan Alipay melalui PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (Emtek), perusahaan media, konten, dan bisnis teknologi terkemuka di Tanah Air.

Ant Financial dan Emtek, seperti yang diumumkan kemarin, akan membuat perusahaan patungan. Perusahaan patungan itu nantinya akan digunakan untuk mengembangkan layanan pembayaran dan keuangan elektronik baru, mulai dari platform digital hingga transaksi bisnis online, di Indonesia.

Kolaborasi keduanya dinilai tepat karena Ant Financial telah berpengalaman dalam bidang pembayaran elektronik berbasis ponsel, inovasi keuangan digital, pengendalian risiko, dan komputasi awan. Saat ini, Ant Financial dengan Alipay-nya telah melayani lebih dari 450 juta pengguna di China dan negara lain. Selain Alipay, Ant Financial juga menjalankan bisnis aplikasi keuangan mobile Ant Fortune, lembaga pemeringkat kredit Zhima Credit, bank online MYbank (bukan MayBank-red.), dan Ant Financial Cloud.


TechnoBusiness Insight

• Ant Financial Services Group didirikan di Hangzhou, China, pada Oktober 2014.

• Alipay, online payment gateway yang menjadi cikal bakal Ant Financial, diluncurkan pada 2004. Kini, telah memiliki 450 juta pengguna. 

• Ant Fortune diperkenalkan pada Agustus 2015 yang memungkinkan pengguna mengelola kekayaannya (wealth management app) secara komprehensif di satu tempat. Ada batasan dana minimal jika ingin menjadi pengguna layanan ini.

• MYbank hadir untuk menggaet usaha kecil dan perorangan untuk mendapatkan pinjaman di bawah 5 juta yuan. Pada awal pendiriannya, 25 Juni 2015, MYbank dimodali Alibaba dan Ant Financial sebesar 4 miliar yuan (US$644 juta).

• Zhima Credit merupakan penyedia layanan pemberi skor dan pemeringkat kredit.


 

Sedangkan Emtek, lewat divisi PT Kreatif Media Karya (KMK) Online, mengendalikan banyak bisnis digital dan mempunyai visi ingin melengkapinya dengan solusi pembayaran kelas dunia. Salah satu contoh, Emtek kini memegang lisensi aplikasi chat BBM dari BlackBerry Limited., Kanada, yang masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Menurut data perusahaan, BBM masih digunakan oleh lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia per bulan, yang 63 jutanya berasal dari Indonesia. Integrasi layanan Alipay dengan aplikasi BBM akan menjadi pekerjaan pertama dari perusahaan hasil patungan tersebut.

 


TechnoBusiness Insight

• PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (Emtek) didirikan pada 1983 sebagai perusahaan penyedia komputer personal (PC). Kini, Emtek telah berkembang menjadi kelompok bisnis yang modern dan terintegrasi dengan tiga divisi usaha utama, yakni media, telekomunikasi dan solusi teknologi informasi, dan konektivitas.

• BBM, aplikasi chat milik BlackBerry Limited asal Kanada yang lisensinya dipegang oleh Emtek selama enam tahun ke depan sejak 2016 dengan kesepakatan senilai US$207,5 juta.

• Selama 2015, Emtek berinvestasi di beberapa startup dan portal, baik langsung maupun melalui anak usahanya, seperti di bobobobo.com, PropertyGuru Pte. Ltd., Bridestory Pte. Ltd., Hijup.com, Kudo, Bukalapak.com, dan Oshop.co.id.

• KMK Online, divisi media online dari Emtek, pada 2015 juga meluncurkan platform video berbasis media sosial, Vidio.com.


 

Selama ini, dengan Alipay, pengguna dapat memesan taksi, melakukan reservasi hotel, membeli tiket bioskop, membayar tagihan layanan utilitas, membuat jadwal pertemuan dengan dokter, membeli produk manajemen aset, dan mengatur keuangan mereka.

Selain melayani pengguna BBM, kerja sama itu juga akan menawarkan teknologi pembayaran elektronik berbasis ponsel kepada platform e-commerce, over-the-top (OTT) dan layanan online-to-offline (O2O) di Indonesia. Semua layanan tersebut sesuai dengan penetrasi bisnis Emtek ke arah digital yang belakangan kian agresif.

Seperti kita ketahui, selain mengoperasikan tiga saluran televisi nasional SCTV, Indosiar, dan O-Channel; usaha produksi konten TV; televisi berbayar Nexmedia; produksi film untuk bioskop; distribusi online melalui platform publikasi sendiri da para penyedia OTT lainnya; Emtek juga memiliki portal berita Liputan6.com, Bola.com, Bintang.com, Vidio.com, dan Karir.com.

Tidak hanya itu, Emtek juga menguasai sebagian besar saham marketplace Bukalapak.com dan portal perjalanan Reservasi.com. Karena itu, “Kami sangat bersemangat dalam menjalin kerja sama dengan Ant Financial untuk membawa solusi dan dua teknologi pembayaran elektronik kelas dunia di Indonesia,” ungkap CEO Emtek Alvin Sariatmadja.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan berlangsung dalam jangka panjang dan Emtek berkeinginan mencontoh serta mereplikasi keberhasilan Ant Financial dalam memberikan solusi pembayaran dan jasa keuangan di era digital ini. “Kami berharap kerja sama dengan Emtek ini dapat memberikan pengalaman layanan pembayaran elektronik dan layanan keuangan yang inovatif kepada para pengguna di Indonesia,” tutur Douglas Feagin, Presiden Ant Financial International.**

—Intan Wulandari, TechnoBusiness Indonesia ● Foto-Foto: Ant Financial, Wiredcard, Emtek