Mengenang 60 Tahun Hubungan Dagang Malaysia-Indonesia

  • Hubungan dagang Malaysia dan Indonesia sudah berlangsung sejak 1950-an.
  • Kedua negara berperan penting, termasuk dalam membentuk ASEAN Economic Community.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Kedai BangiKopi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9) malam itu amat ramai. Para pengunjung memenuhi meja-meja dari depan hingga belakang kedai. Mereka tampak bercengkerama bersama keluarga atau teman dekat seraya menikmati menu-menu yang ada.

 

Baca Juga: Proses Akuisisi HP terhadap Bisnis Printer Samsung Selesai

 

Di antara keramaian itu, rupanya ada juga acara penting, yakni “Peringatan 60 Tahun Hubungan Dagang Malaysia-Indonesia” yang diselenggarakan oleh Embassy of Malaysia Trade Office (MATRADE), agensi promosi perdagangan nasional Malaysia.

Di samping dihadiri oleh para pengusaha Malaysia yang ada di Jakarta dan beberapa pengusaha Indonesia, acara tersebut disebut penting karena dihadiri pula oleh HE Dato’ Seri Zahrain Mohamed Hashim, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia.

Kepada semua tamu, Dato’ Seri Zahrain mengatakan, sebagai negara bertetangga, Malaysia dan Indonesia memiliki sejarah hubungan dagang yang sangat panjang. “Keduanya sama-sama saling membutuhkan,” katanya. Pada 2016, Indonesia merupakan mitra dagang Malaysia terbesar ke-8 dengan nilai US$13,7 miliar (3,8%) atau ke-3 terbesar di ASEAN.

Indonesia menjadi pasar bagi produk kimia, minyak bumi, minyak kelapa sawit, batu bara, mesin, serta peralatan dan suku cadang. Menariknya, lebih dari 90% produk yang diekspor berupa barang jadi.

Sebaliknya, Malaysia pun menjadi pasar yang penting bagi Indonesia karena pada 2016 menjadi mitra dagang terbesar ke-5 dan kedua terbesar di antara negara-negara di ASEAN. Nilai total perdagangan Indonesia ke Malaysia sebesar US$14,3 miliar (5,1%).

Selain itu, Malaysia juga berinvestasi di Indonesia cukup signifikan. Tahun lalu, realisasinya mencapai US$1,1 miliar. Sektor-sektor utama yang diinvestasikan investor-investor Malaysia di Indonesia antara lain  telekomunikasi, perkebungan kelapa sawit, perbankan, konstruksi, dan infrastruktur.

Hubungan dagang Malaysia-Indonesia telah terbagi menjadi beberapa milestone. Milestone-milestone itu, jelas Dato’ Seri, dimulai sejak kemerdekaan Malaysia pada 1957 yang langsung membuka Kedutaan Besar di Jakarta pada tahun yang sama.

Di kancah regional, Malaysia bersama Indonesia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand pada 1967 sepakat membentuk Association of Southeast Asian Nations. Kini, anggotanya telah bertambah menjadi 10 negara karena melibatkan Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Pada 1992, skema Common Effective Preferential Tariff (CEPT) untuk ASEAN Free Trade Area (AFTA) ditandatangani. Itulah kerangka kerja cikal-bakal ASEAN Economic Community yang disepakati mulai 2015.

“Jadi, selama 60 tahun ini, Malaysia dan Indonesia memiliki kekuatan perdagangan bilateral yang signifikan,” lanjut Dato’ Seri. “Kedua negara menikmati keuntungan ekonomi dan manfaat dari integrasi pasar yang disatukan dalam ASEAN Economic Community.”

Ia berharap hubungan dagang itu terus berkembang serta Malaysia dan Indonesia mampu menumbuhkan ekonomi masing-masing secara berkelanjutan. Acara yang sekaligus menjadi “temu kangen” para pengusaha Malaysia di Indonesia itu dilanjutkan dengan jamuan makan malam dan hiburan. Teh Tarik dan Kopi Tarik khas Malaysia sajian BangiKopi sepertinya menjadi pilihan utama mereka.

Naim Abdul Rahman, Trade Commisioner MATRADE Jakarta, mengatakan, acara ini juga merupakan sesi networking bersama para pelaku bisnis dalam rangka mengenang perjalanan kerja sama perdagangan kedua negara selama 60 tahun. “Kantor perdagangan MATRADE Kedutaan Besar Malaysia bersedia membantu para pelaku bisnis untuk saling berkolaborasi dan bekerja sama demi meningkatkan perdagangan kedua negara,” ungkapnya malam itu.●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: MATRADE