“Sentuh Dulu secara Virtual, Baru Beli”

  • Fitur In-Home Preview dari Build.com menjawab kebutuhan konsumen yang masih berpikir pentingnya “menyentuh dan merasakan” sebelum melakukan pembelian barang.
  • Build.com menyediakan 1.000 dari 800.000 produk yang bisa di-review menggunakan teknologi Augmented Reality.

 

California, TechnoBusiness ● Teknologi memang memanjakan dan meminimalisasi kesalahan konsumen dalam pembelian barang. Kemarin, Build.com, peritel perbaikan rumah online yang berbasis di Chico, California, Amerika Serikat, memperkenalkan fitur barunya yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) di dalam aplikasi.

 

Baca Juga: Blibli.com Buka Gudang E-commerce Terbesar se-Asia Tenggara

 

Fitur yang diberi nama In-Home Preview itu merupakan hasil pengembangan dari platform ARKit Apple teranyar. Teknologi itu membawa pengguna tidak hanya membayangkan bagaimana produk yang akan dibeli jika dipasang di rumah mereka, tapi bisa mencoba memasang dan merasakannya secara virtual.

Keran, misalnya, bisa diletakkan di titik-titik rumah sesuai pilihan konsumen lalu dihidupmatikan seolah produk itu nyata. Konsumen juga bisa bereksperimen terhadap pola aliran air dan daya semprot keran tersebut. Gambar itu bisa dilihat 360 derajat.

“Pelanggan selalu memberi tahu kami betapa pentingnya ‘menyentuh dan merasakan’ produk sebelum melakukan pembelian,” ungkap Dan Davis, Chief Technology Officer Build.com. “Kini, kami memiliki cara untuk menjembataninya, yakni dengan memanfaatkan teknologi digital.”

Build.com memiliki lebih dari 800.000 produk dan menargetkan 1.000 produk bisa di-review secara virtual di fitur In-Home Preview. Menurut Business Insider, itu sejalan dengan keinginan 58% konsumen yang menginginkan melihat barangnya terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukan pembelian.

Namun, fitur In-Home Preview dari Build.com itu baru bisa dinikmati oleh pengguna iPhone bersistem operasi iOS 11, seperti iPhone 6s dan iPad Pro keluaran 2015 atau yang lebih baru. Guna memperluas pasar, saat ini Build.com sedang mempertimbangkan untuk menyediakan fasilitas serupa di Google Play Store.●

Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Build.com