TechnoBusiness News
Galang Dana Seri A, Begini Rencana BookDoc
Published
5 years agoon
BookDoc telah melewati tiga kali pengumpulan dana dengan total perolehan investasi lebih dari US$2 juta.
Kuala Lumpur dan Jakarta, TechnoBusiness ● BookDoc, platform layanan kesehatan asal Selangor, Malaysia, yang beroperasi di Asia Tenggara dan Hong Kong, kini sedang menggalang dana Seri A.
Baca Juga: 8 Startup Adu Unggul di Synrgy BCA
Platform penghubung antara pasien dengan dokter kapan pun dan di mana pun itu didirikan oleh Dato’ Chevy Beh dan Joel Neoh Eu-Jin dengan nama legal Health4U Solutions Sdn Bhd pada 2015.
Dato’ Chevy dan Joel Neoh kemudian mendapat dukungan dari keluarga Raja Kasino asal Makau, Dr. Stanley Ho; keluarga Kesultanan Brunei, Pangeran Abdul Qawi; dan keluarga miliuner asal Indonesia, Achmad Hamami.
Baca Juga: Fenomena Influencer Marketing. Cari Tahu di SMW 2019!
Menurut manajemen perusahaan, tahun ini BookDoc menjalin 100 kemitraan strategis di lebih dari 20 kota di Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, dan Hong Kong.
BookDoc telah terintegrasi dengan layanan navigasi seperti Google Map dan Waze; transportasi seperti Grab, Uber, Malindo Air; serta akomodasi seperti Agoda dan Airbnb.
[nextpage]
Simak berita-berita kami dalam bentuk video di YouTube dengan kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.
Selain itu, terintegrasi dengan rekomendasi restoran dan atraksi wisata TripAdvisor dan berita kesehatan MIMS. Para penggunanya juga memungkinkan mendapatkan bonus (reward) di 1.600 gerai.
Baca Juga: 4 Merek Teknologi Paling Bernilai di Indonesia 2019
Merujuk pada data Crunchbase, BookDoc telah melewati tiga kali pengumpulan dana dengan total perolehan investasi lebih dari US$2 juta.
“Kami ingin menutup tahun ini dengan kemitraan strategis yang lebih banyak, bersama sejumlah perusahaan asuransi dan konglomerat,” ungkap Dato’ Chevy.
Baca Juga: 10 Perusahaan Ritel Non-Toko Terbesar di Asia Pasifik 2019
Penggalangan dana Seri A itu rencananya akan digunakan BookDoc untuk menciptakan nilai tambah dan menggerakkan pertumbuhan bisnis yang lebih besar. Misalnya, solusi kesehatan dan kebugaran generasi baru yang sepenuhnya digital.
Akan tetapi, “Kami mencari hal-hal yang lebih dari sekadar pendanaan supaya terbantu dalam mempercepat pertumbuhan melalui posisi strategis mereka,” ujar Dato’ Chevy.
[nextpage]
Simak berita-berita kami dalam bentuk video di YouTube dengan kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.
Meski mendapat pendanaan sesuai keinginannya, BookDoc bukan berarti tanpa tantangan. Sebab, di Indonesia saja, misalnya, terdapat banyak sekali aplikasi kesehatan.
Baca Juga: Japfa Terapkan Aplikasi Teknologi untuk Peternakan
Aplikasi-aplikasi tersebut juga telah mendapat tempat di hati pengguna dan tentu tidak mudah digoyahkan begitu saja.
Walaupun, menurut hasil penelitian mendalam firma riset Global Wellness Institute yang berbasis di Miami, Florida, Amerika Serikat, industri kesehatan global terus tumbuh.
Baca Juga: Ovo jadi Unicorn Kelima Indonesia
Berdasarkan data Global Wellness Institute tersebut, industri kesehatan global (global wellness industry) tumbuh 12,8% dalam dua tahun, dari US$3,7 triliun pada 2015 menjadi US$4,2 triliun pada 2017.●
—Purjono Agus Suhendro dan Intan Wulandari, TechnoBusiness ● Foto: BookDoc