Valuasi Ovo diperkirakan mencapai US$2,9 miliar dan secara otomatis masuk jajaran unicorn.

Jakarta, TechnoBusiness IDOvo, platform pembayaran digital yang dikembangkan oleh PT Visionet Internasional, dikabarkan telah memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar.

Baca Juga: Spire Research: LinkAja Harus Manfaatkan Ekosistem BUMN

Tepatnya, menurut Finance Asia, telah mencapai US$2,9 miliar atau sekitar Rp40 triliun. Valuasi sebesar itu menjadikan Ovo sebagai startup unicorn kelima Indonesia setelah Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

CEO Ovo Jason Thompson, masih seperti dituliskan oleh Finance Asia, berharap perusahaan milik konglomerasi Lippo Group, Grab, SoftBank itu akan menemukan titik impas (break even point) dalam 2-3 tahun ke depan.

Baca Juga: Mengenal Istilah dan Asal Usul “Unicorn” dalam “Startup”

Kabar yang berkembang, Ovo akan melakukan merger dengan sang rival Dana yang didukung kelompok bisnis media Elang Mahkota Teknologi dan Ant Financial, anak perusahaan Alibaba Group.


Modelnya, Grab akan mengakuisisi kepemilikan saham Dana. Harapannya, Ovo mampu bersaing dengan platform pembayaran digital milik Gojek, yaitu Gopay.


 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here