Gojek menangi penghargaan transformasi digital dari IDC bersama 13 pemenang se-Asia Pasifik lainnya.

Singapura, TechnoBusiness ● Gojek, platform ride-hailing di Asia Tenggara yang berbasis di Jakarta, berhasil menjadi satu dari 14 pemenang IDC Asia Pacific Digital Transformation Awards 2019.

Gojek, bersama penyedia layanan pembayaran Coda Payments asal Singapura, dinyatakan sebagai Digital Disruptor oleh periset pasar teknologi global IDC.

Baca Juga: Wow, Hotel Berbentuk Gitar Dibangun di Holywood!

“Gojek telah mengganggu industri transportasi dengan bunding ride-hailing, pengiriman makanan, dan belanja bahan makanan dalam sebuah sistem terpadu platform multilayanan,” tulis IDC.

Gojek telah beroperasi di 167 kota dan distrik dengan 1 juta mitra pengemudi sepeda motor dan melayani 2,5 juta pelanggan.

Melalui solusi teknologi cloud-nya, Gojek menangkap dan menganalisis data sekitar 5 TB setiap hari.



Dalam pergerakan data itu termasuk mencocokkan pengemudi dengan permintaan pelanggan secepat dan seakurat mungkin. Gojek menggunakan analisis big data untuk memetakan budaya dan memahami permintaan pelanggan.

Baca Juga: Sstt, Ini Strategi Baru Lazada Sambut Festival Belanja 11.11

AirAsia, maskapai berbiaya murah asal Malaysia, juga masuk dalam daftar pemenang, tetapi di kategori Digital Transformer penghargaan tersebut.

Melalui solusi teknologi cloud-nya, Gojek menangkap dan menganalisis data sekitar 5 TB setiap hari.

AirAsia dianggap berhasil menciptakan inovasi dalam industri penerbangan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk Digital Airline Program-nya.


Maskapai milik Tony Fernandes itu juga memanfaatkan big data (500 juta penumpang) untuk mempercepat identifikasi peluang ke depan.

“Akhirnya, AirAsia dapat mengurangi biaya sebanyak 10% dan meningkatkan aliran pendapatan hanya dalam waktu satu tahun setelah implementasi program,” tulis IDC.

Baca Juga: Nadiem jadi Menteri, Ini Pernyataan Resmi Gojek

Sederet pemenang lain selain Gojek, Coda Payments, dan AirAsia, yaitu Citi dan Hong Kong Disneyland (Talent Accelerator), SATS (Digital Trailblazer), L&T Hydrocarbon Engineering Ltd. (Operating Model Master).

Lalu, Kyobo Lyfe Insurance Co. Ltd., P&G Asia Pacific, Middle East, & Africa; Shinhan Bank; Zuellig Pharma (Information Visionary), China Construction Bank, Domino’s Pizza, dan SATS (Omni Experience Innovator), dan Prof. Dr. Suchatvee Suwansawat dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (DX Leader).

“Tahun ini merupakan titik perubahan untuk transformasi digital. Ini pertama kalinya yang setidaknya 60% dari lima merek teratas per industri telah menjadikannya prioritas nomor satu untuk mendisrupsi pasar tempat mereka bermain melalui transformasi digital,” ujar Sandra Ng, Group Vice President, Practice Group, IDC Asia Pasifik.  

—Michael A. Kheilton, TechnoBusiness/PRN ● Foto: IDC

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here