Empat Langkah Pemasaran Digital yang Efektif 2018

Oleh Ari Nugrahanto

Founder dan CEO Kelola Digital Inc.

 

Selalu menjadi pertanyaan setiap pelaku bisnis yang sudah menjalankan berbagai macam strategi pemasaran digital. Apa sih yang menjadi senjata paling ampuh untuk meningkatkan penjualan pada era teknologi ini?

Pada 2017, masih menjadi keseruan jika para pemasar memanfaatkan website dan media sosial untuk melakukan kampanye pemasaran. Cara yang sangat efektif dan efisien itu pasti diharapkan untuk menarik konsumen. Dengan kekuatan para selebgram untuk memberikan ‘influence’ para pengikutnya, produk dan jasa yang ditawarkan makin berkibar.

Semua pemilik bisnis pasti setuju kalau semakin personal pendekatan pemasaran akan terjadi retensi. Kembalinya para pembeli dan berubah menjadi pelanggan. Kata kunci pendekatan pribadi itu akan menjadi topik yang akan saya angkat untuk lebih menguatkan judul artikel ini.

 

  1. Website bisnis menjadi website pelanggan

Website Anda yang selama ini hanya berisi tentang perusahaan dan produk Anda, segera ubah isinya menjadi semua tentang pembeli dan pelanggan Anda. Berikan apresiasi mengenai siapa saja yang baru melakukan pembelian dan berikan ruang untuk mereka, juga ruang untuk bercerita mengenai layanan, produk, atau jasa Anda.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan Anda yang terus setia membeli dan datang kembali membawa pembeli lainnya. Harga murah dan kesempurnaan layanan dalam perspektif Anda sudah tidak akan laku pada tahun ini.

Kepuasaan para pelanggan menjadi isi papan iklan digital Anda di media sosial. Viralkan dan terus promosikan cerita ini dengan target kata kunci ‘kepuasan pelanggan’, bukan harga paling murah, diskon, atau promo.

 

  1. Media sosial sebagai layanan pelanggan 24/7

Kalau dulu media sosial hanya untuk media promosi dan penjualan online Anda, sekarang dedikasikan untuk layanan pelanggan online. Pembeli bisa melakukan pemesanan langsung melalui media sosial tanpa harus diarahkan ke toko online Anda.

Perjelas semua detail produk dan layanan Anda sehingga pemesanan hanya menuliskan kode sederhana tanpa harus menyebutkan warna,bentuk, jumlah, atau deskripsi panjang lainnya. Maksimal pembeli hanya melakukan dua langkah dan selebihnya Anda yang harus responsif. Jaga personalisasi Anda terhadap pelanggan dengan memberikan selalu penghargaan yang setinggi-tinggi. Sebut nama identitas media sosial mereka atau lebih baik ketahui nama asli sehingga menambah kedekatan Anda dengan pelanggan.

 

  1. Jangan anggap remeh group messenger

Buat segera group messenger untuk semua pelanggan Anda. Jelaskan dahulu tentang keuntungan berada di group ini. Salah satunya adalah apabila ada sebuah produk atau layanan terbaru, hanya nama yang terdapat di dalam grup ini yang bisa melakukan pembelian perdana. Syarat dan ketentuan tentang tata krama grup juga dijelaskan di depan seperti dilarang menyebarkan komplain, berita bohong, SARA, dan lain sebagainya.

Buat grup berdasarkan interest setiap pelanggan Anda, misalnya sesama penyuka fotografi, bisnis, manajemen dan lain-lain. Isi grup harus sesuai dengan kebutuhan anggota bukan selalu tentang bisnis Anda. Sesekali saja Anda bisa memberikan informasi mengenai produk dan layanan.

 

  1. Gunakan software pengelolaan pelanggan digital

Cari dan seleksi program point of sales (POS) Anda yang mencakup pengelolaan data pelanggan Anda. POS yang mendukung program kesetiaan pelanggan (loyalty program) akan sangat dibutuhkan untuk mendukung kampanye pemasaran Anda. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi mengenai hal ini terhadap para ahli di dunia pemasaran digital.

Konsistensi personalisasi digital akan memegang peranan sangat utama untuk menjalankan empat hal tadi. Buat tim khusus atau hanya satu orang di bisnis Anda yang melakukan pendataan awal personalisasi pelanggan. Buka semua database Anda, hubungi mereka dan mulai ketahui mereka lebih jauh, misalnya apa hobi mereka.

 

Strategi Pemasaran Digital melalui Pendekatan Hubungan Manusia

Oleh Ari Nugrahanto

Pendiri dan CEO Kelola Digital Inc.

 

“Ayo, Pak, Ibu, silakan pindah duduk ke depan, barisan ini first-class, lho! Ayo… Banyak orang yang berebut mau pindah ke first-class gratis jika naik pesawat.”

Begitu gaya saya di salah satu seminar, tapi biasanya tidak banyak yang menanggapi. Kebanyakan tetap duduk di belakang. Akhirnya, saya menyerah juga dan memulai seminar dengan sedikit orang yang berada di baris depan. Padahal, di banyak kesempatan yang lain, seperti di pesawat tadi, barisan terdepan dijual dengan harga paling mahal.

“Baik Bapak, Ibu, sebelum saya mulai, apa yang menjadi tujuan Bapak, Ibu hadir di seminar saya,” tanya saya berikutnya sambil bersiap memegang jumbo-marker di depan flipchart yang tersedia. Pengalaman ini terus saya jalankan mengingat jangan sampai di akhir acara peserta tidak mendapatkan sesuai apa yang mereka inginkan.

 

Dari jawaban mereka, seperti yang sudah diperkirakan, kebanyakan dari mereka menyatakan persis seperti yang ada di flyer acara seminar. Tidak lebih. Sangat menarik. Pertanyaannya, apakah mereka membayar dengan sejumlah uang hanya untuk mendapatkan poin-poin yang ada di flyer? Jika begitu, Anda salah! Itu berarti selama ini Anda bukan hanya berpikir di dalam kotak, melainkan juga berbisnis di dalam pola pikir fix.

Lalu, saat saya memulai seminar dan bertanya tentang, “Apa yang Anda ketahui tentang pemasaran digital?” Apa yang Anda ketahui mengenai search engine optimization (SEO), iklan di Google, iklan di Facebook, e-mail blast, dan sejenisnya?

Jika sudah menggunakannya, sejauh mana hasilnya? Kalau jawabannya sudah sangat maksimal, sebaiknya Anda tak perlu melanjutkan untuk membaca tulisan ini. Tapi, jika Anda tidak mendapatkan apa yang menjadi tujuan akhir dari bisnis Anda, silakan mencoba strategi-strategi yang akan saya tuangkan di dalam tulisan ini.

“Bapak, Ibu, sekarang buka kontak di dalam ponsel atau smartphone Anda.” Semua dengan sigap mengambil telepon genggam mereka, lantas menyebutkan jumlah nomor telepon dan nama yang ada di daftar kontak tersebut.

 

“Apa yang Anda ketahui tentang pemasaran?” Apa yang Anda ketahui mengenai search engine optimization (SEO), iklan di Google, iklan di Facebook, e-mail blast, dan sejenisnya?

 

Sadar atau tidak, jumlah yang ada di dalam kontak ponsel Anda adalah leads dari bisnis Anda. Semakin banyak semakin baik untuk menjalankan strategi pemasaran digital dengan pendekatan hubungan manusia ini. Ada yang memiliki 200 kontak, ada yang 500 kontak. Kontak-kontak itulah yang akan kita ubah menjadi prospek. Prospek adalah individu yang dianggap sebagai sumber potensial calon pembeli yang cocok untuk bisnis Anda.

“Sekarang coba tuliskan semaksimal mungkin dari nama dan nomor telepon itu maka yang sekadar kenalan, teman, dan sahabat Anda.” Ternyata banyak yang tidak bisa membedakan dengan jelas mana yang hanya kenalan, teman, atau sahabat.

Padahal, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kenalan adalah orang yang dikenal; Teman adalah orang yang bersama-sama melakukan kegiatan; Sahabat adalah teman atau kawan.

Menurut pendekatan hubungan manusia: Kenalan adalah orang yang baru Anda tahu minimal satu kali dan sempat bertukar hanya informasi nomor telepon, alamat e-mail, akun media sosial.

Teman adalah orang yang sudah kenal dan sudah melakukan interaksi minimal lebih dari satu kali atau beberapa kali. Informasi yang Anda ketahui tidak hanya nomor telepon, alamat e-mail, dan akun media sosial, tetapi Anda mengetahui di mana alamat tinggalnya, apa hobinya, siapa saja keluarganya, dan semua hal pribadi lainnya.

Sahabat adalah teman yang sudah Anda kenal cukup dalam, interaksi Anda tidak hanya sekadar tahu tetapi sudah dalam bentuk mengalami suka dan duka. Ada pengalaman dari kedua belah pihak untuk mendukung bukan dari sisi bisnis saja tetapi dari sisi individu dan keluarga.

Seorang sahabat tidak cuma datang pada saat kita suka, tapi justru perbedaan mencolok dari kenalan dan teman adalah ketika sahabat datang pada saat Anda sangat membutuhkan pertolongan secara moriil dan materiil.

“Nah, sekarang berapa jumlah sahabat Bapak, Ibu yang ada di kontak?” tanya saya sambil tersenyum lebar melihat muka-muka yang sangat shock karena ternyata menyebutkan satu nama saja sangat sulit.

Jadi, selama ini kita berada di zona yang sangat nyaman dengan menyebut semua adalah teman atau sahabat. Di situlah letak kesalahan pertama di dalam strategi pemasaran digital. Kita menggangap semua database yang ada di media iklan online adalah prospek. Ya, Anda tidak salah, yang tidak tepat adalah ketidakpastian bahwa apa pun yang Anda tawarkan tepat menuju sasaran.

Tidak semua penawaran produk dan jasa berhasil ditawarkan di media iklan online. Produk dan jasa yang mendapatkan hasil maksimal dari media iklan digital selalui melalui proses engagement yang cukup panjang. Mendapatkan hasil maksimal dari pemasaran digital di mana pun platformnya dibutuhkan digital instant-trust yang harus dilalui digital process-trust.

 

Setelah mengetahui bahwa Anda mempunyai sedikit sahabat, malah cenderung tidak yakin apakah mereka itu teman atau sahabat, maka saran saya segeralah cari sahabat! Ya, dari sekarang bangun tangga hubungan manusia Anda, dari kenalan, teman, sampai dengan sahabat.

Cara yang paling praktis adalah memperbanyak hadir ke acara-acara yang memang terdapat calon prospek Anda. Datang ke sebuah event apa pun jangan fokus dengan isi acaranya, tetapi lihat dari sisi konteks. Manusia membutuhkan manusia lain untuk melakukan hal apa saja, termasuk di dalam bisnis. Tetapi hanya sahabat yang akan ikut ‘terbang’ bersama bisnis Anda dan merasakan naik turunnya tekanan udara di atas langit.

Kalau Anda sepakat dengan saya, sejatinya banyak orang atau bisnis yang sukses di luar sana sederhananya karena mereka punya banyak sahabat. Sebut saja dari Sandiaga Uno sampai dengan Ray Kroc, pemilik merek besar McDonald yang mempunyai teman bernama Walt Disney di masa perang dunia I. Pada akhirnya, Kroc mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu bisnis dari teman yang kemudian menjadi sahabatnya, yaitu seorang pemilik merek Disney, Walt Disney.

Langkah praktis berikutnya, cek kembali media sosial yang Anda miliki. Mulai lakukan langkah pendekatan pemasaran digital manusia ini dengan jangan hanya memberikan ‘like’ dan ‘ comment’ di setiap ‘postingan’. Tetapi ‘share’ secara berkala untuk setiap posting-an yang menurut Anda baik.

Kemudian, apabila Anda melihat kenalan atau teman Anda ini sangat memungkinkan untuk berkomunikasi lebih lagi, sapa mereka melalui pesan pribadi atau ‘japri’ melalui private message. Ajak mereka untuk bertemu atau sekadar minum kopi atau makan siang bersama.

Jangan anggap remeh satu orang sahabat, karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Sahabat dari sahabat Anda adalah sahabat Anda juga. Jadi, silakan lakukan perhitungan matematika sendiri.

Dunia digital seolah melupakan kita terhadap hubungan manusia yang sangat menjadi fondasi inspirasi teknologi digital. Manfaatkan teknologi bukan untuk melupakan dasar kemanusiaan Anda. Teknologi kita jadikan sebagai alat untuk mempercepat tangga sosial Anda.●

Foto-Foto: drfone.wondershare.com

 

Lima Langkah Praktis Menggerakkan Mesin Pemasaran Digital

  • Keberhasilan mengelola bisnis saat ini tidak bisa lepas dari kepintaran seseorang dalam memanfaatkan teknologi digital.
  • Ada langkah-langkah mudah yang harus dipahami untuk mencapai kesuksesan itu.

 

Bekasi, TechnoBusiness ID ● Tidak bisa dimungkiri bahwa saat ini teknologi telah merasuk ke semua ranah kehidupan dan memengaruhi segala hal, terutama dunia bisnis. Itu sebabnya, semua pelaku bisnis, baik yang baru memulai maupun yang sudah eksis, wajib segera beradaptasi dengan teknologi digital.

 

Baca Juga: Lima Cara Menurunkan Berat Badan dengan Fitness Tracker

 

Menurut Ari Nugrahanto, pendiri Kelola Digital Inc., perusahaan pengelolaan aset digital, dalam sebuah seminar bertema “5 Human Digital Marketing Ladder to Boost Your Sales” yang diselenggarakan Komunitas Tangan di Atas (TDA) di TDA Center, Bekasi, pada Sabtu (26/8), setidaknya ada lima tangga yang harus dilalui pemilik bisnis dalam meningkatkan omzet melalui pemasaran digital.

 

“Jadi, dua hal itu sangat menentukan arah strategi digital apa yang harua Anda jalankan.”

 

Kelima tangga itu antara lain magnet digital, optimalisasi aset digital, membangun komunitas digital, koopetisi digital, dan melakukan tiga proses produk digital.

Ari menjelaskan bahwa langkah pertama dan kedua sangat kritikal sebelum membangun anak tangga berikutnya. “Seperti halnya menciptakan visi, misi, dan tujuan dalam bisnis Anda. Jadi, dua hal itu sangat menentukan arah strategi digital apa yang harua Anda jalankan,” ungkapnya.

Ketiga tangga berikutnya lebih bertujuan untuk membentuk dan menjaga sustainabilitas bisnis, terutama tangga keempat. Sebab, fungsi human sangat menentukan keberhasilan sebuah pemasaran dan penjualan. Tangga terakhir, lebih menitikberatkan pada ketahanan bisnis.

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Facebook, Istimewa

 

Lewat Ranah Digital, Bisnis Lokal Mesti Mendunia

  • Banyak bisnis yang bermula dari garasi tiba-tiba melejit berkat pemanfaatan ranah digital yang ampuh.
  • Bisnis-bisnis lokal di Indonesia pun berpeluang besar untuk sukses.

 

JAKARTA – Dunia maya telah memangkas banyak hal yang menjadi kelaziman pada dunia nyata. Bahkan, kini dunia nyata justru berbalik tergantung pada dunia maya yang terkoneksi satu sama lain tanpa mengenal jarak dan waktu.

Beralihnya kultur masyarakat dunia itu secara otomatis mendorong para pebisnis mengubah orientasi bisnisnya menjadi lebih ramah digital, sekalipun itu skala lokal. Sudah banyak pebisnis yang tiba-tiba melejit berkat kepiawaiannya memanfaatkan koneksi digital.

Dalam Seminar “Digital Photography and Marketing”, pendiri dan CEO Kelola Digital Inc. Ari Nugrahanto menyatakan sudah banyak contoh bisnis yang diawali dari garasi bisa meraih permintaan tertinggi dari pasar global. “Dan, bisnis-bisnis lokal di Indonesia mempunyai peluang besar untuk sukses melalui ranah digital,” katanya di Jakarta, Sabtu (17/6).

 

Baca Juga: Tripal.co-TechnoBusiness Indonesia Jalin Kerja Sama Jangka Panjang

 

Sukses di bisnis digital harus menjadi visi perusahaan dalam memasarkan produk dan mereknya. Menurut Ari, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melatih tim di bisnis masing-masing tentang ilmu dasar digital, salah satunya konten dan pengelolaan aset digital seperti website, media sosial, dan aplikasi mobile.

Kedua, pengetahuan dasar mengenai digital marketing, yaitu bagaimana mendongkrak tingkat engagement dan pencarian di search engine. Di hadapan peserta dari Perhimpunan Walaraba dan Lisensi Indonesia, Komunitas Tangan di Atas, dan Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia, Ari pun memberi kiat-kiat praktis bagaimana sebuah bisnis menduduki peringkat 10 besar di situs pencari tanpa harus selalu menerapkan search engine optimization. ●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Kelola Digital