Ekonomi internet Indonesia tahun ini tumbuh 40%, paling pesat dibanding negara ASEAN lainnya.

Singapura, TechnoBusiness ● Ekonomi internet Asia Tenggara tahun ini tercatat mencapai US$100 miliar. Menurut laporan Google, Temasek, dan mitra baru Bain & Company, nilai itu 39% lebih tinggi dibanding realisasi tahun lalu sebesar US$72 miliar.

Pencapaian itu, seperti diumumkan di Singapura, Kamis (3/10), menjadi tonggak sejarah baru bagi ekonomi internet di kawasan regional ini—yang diproyeksikan bakal tumbuh hingga US$300 miliar pada 2025.

Baca Juga: Ekonomi Internet ASEAN Bernilai US$100 Miliar

Indonesia dan Vietnam jadi dua penentu kecepatan dengan pertumbuhan lebih dari 40% per tahun.

Ekonomi internet itu ditopang oleh enam pasar terbesar, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Dari enam pasar utama itu, Indonesia dan Vietnam merupakan dua penentu kecepatan dengan pertumbuhan masing-masing lebih dari 40% per tahun.

Sedangkan empat pasar lainnya, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina, mencatatkan pertumbuhan 20-30% per tahun. Lonjakan ekonomi internet sekawasan disebabkan oleh masuknya sekitar 100 juta pengguna internet baru dibanding empat tahun lalu.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan Diri CEO-CEO Global Anjlok

Menurut catatan Google, Temasek, dan Bain & Company tersebut, pengguna internet di Asia Tenggara saat ini mencapai 360 juta orang. Dampaknya, sektor-sektor bisnis yang berbasis internet tumbuh signifikan.

Sektor-sektor bisnis yang berbasis internet itu antara lain e-commerce, ride-hailing, media online, travel online, pembayaran digital, digital lending, dan lain sebagainya.●

—Michael A. Kheilton, TechnoBusiness/PRN ● Foto: Pixabay