Misleading Advertisement

Mengapa iklan gagal meningkatkan pendapatan (revenue) perusahaan?

ANDY JUNIARSO, CEO Quantum Leap

Oleh Andy Juniarso

CEO Quantum Leap

●●●

Dalam suatu rapat akhir tahun, sebuah korporasi membahas performa divisi pemasaran (marketing) yang buruk. Divisi keuangan menunjukkan anggaran (budget) yang telah ditentukan—yang naik 17% dari tahun sebelumnya. Namun, pencapaian total pendapatan penjualan (sales revenue)-nya hanya naik 5%.

Terjadilah perdebatan yang cukup “sengit” antara direktur keuangan yang di-back up empat manajer keuangan (budget, tax, controller, dan treasury) dengan direktur pemasaran yang juga di-back up lima manajernya (advertisement center, complain center, sales and after sales, marketing general dan customer relationship manager).

Baca Juga: Jeffrey Bahar: Berkah Negeri Seribu Momen

Direktur keuangan menyatakan performa divisi pemasaran tidak efektif. Terbukti dengan kenaikan yang tidak seimbang antara budget yang naik 17% tapi hanya bisa menaikkan gross sales revenue 5%. Secara garis besar, itu berarti hanya mencapai 1/3 dari targetnya.

Di lain pihak, direktur pemasaran menjelaskan bahwa kesimpulan seperti itu tidak benar. Menurutnya, divisinya telah berkinerja lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang hanya membukukan sales revenue 3%.

Perhitungan-perhitungan dari sudut pendang divisi keuangan (budget dan actual) serta divisi pemasaran dikemukakan secara simultan—yang membuat suasananya meriah sekaligus memusingkan bagi direktur utama dan direktur-direktur lainnya (produksi, suppy chain, HRD, dan corporate development).

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here