Total kapitalisasi pasar aset kripto global saat ini sebesar US$1,9 triliun.

Kasus Evergrande Group di China ternyata juga menjadi sentimen negatif bagi harga Bitcoin.

Jakarta, TechnoBusiness Crypto Kasus Evergrande Group atau Evergrande Real Estate Group (IHG: 3333), pengembang properti terbesar kedua di China berdasarkan nilai penjualan, ternyata juga memengaruhi harga Bitcoin (BTC).

Baca Juga: Harga Brompton di Indonesia Anjlok, di Pasar Global?

Kasus Evergrande Group, yakni persoalan kredit macet di sektor properti senilai lebih dari US$400 miliar, yang mencuat minggu ini telah memicu kekhawatiran pasar sehingga menekan harga Bitcoin.

Berdasarkan pergerakan harga Bitcoin dan Altcoin di Coinmarketcap,  kapitalisasi pasar aset kripto global pada Senin (20/9) turun 1,77% dari satu hari sebelumnya menjadi US$1,98 triliun.

Baca Juga: Pasar Sepeda Gunung Global Bernilai US$9,6 Miliar pada 2026

Harga Bitcoin bahkan anjlok hingga 7,13% ke posisi US$42.761,3 pada Selasa (21/9). Beralihnya fokus investor yang sedang fokus pada arah kebijakan The Fed juga menjadi penekan harga Bitcoin berikutnya.





Meski demikian, merosotnya harga Bitcoin akibat kasus Evergrande Group, perusahaan yang berpusat di Pusat Keuangan Houhai, Distrik Nanshan, Shenzhen, Guangdong, itu diperkirakan hanya sementara.

Sebab, menurut CEO Indodax Oscar Darmawan, naik-turunnya harga Bitcoin didasari oleh hukum permintaan dan penawaran yang dipengaruhi oleh tren pemberitaan.

Baca Juga: Inilah 4 Penyebab Penetrasi Pasar Fixed Broadband Lambat

“Saya rasa penurunan [yang dipengaruhi oleh kasus Evergrande Group] ini masih dalam batas wajar mengingat harga Bitcoin masih berpotensi untuk meningkat lagi,” kata Oscar.


Justru di kala harga Bitcoin turun inilah para investor seharusnya memanfaatkan untuk menambah portofolionya. Jadi, membeli pada saat murah dan menjualnya ketika mahal. “Sesederhana itu sebenarnya,” kata Oscar.

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness Crypto Foto: Pixabay


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here