Jajaran manajemen saat meresmikan kantor cabang Fuse area Bali di Denpasar, Jumat (8/10).

Fuse sudah membukukan pendapatan premi lebih dari Rp1 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Jakarta, TechnoBusiness ID Fuse, perusahaan teknologi asuransi (insuretech) yang berbasis di Jakarta, selama sembilan pertama tahun ini telah membukukan pendapatan premi bruto lebih dari Rp1 triliun.

Baca Juga: Shoplinks Kantongi US$900.000 dari Cocoon Capital dan IWEF

Pendapatan itu meningkat dari Rp750 miliar yang dibukukan Fuse sepanjang tahun lalu. Pencapaian tersebut tak lepas dari adanya pandemi dan penggunaan teknologi yang dimiliki.

“Jika perusahaan asuransi dan pialang asuransi konvensional terkendala pertemuan tatap muka di masa pandemi, penggunaan platform berbasis teknologi justru memudahkan karena dilakukan secara online,” kata Associate Director Fuse Ridho Revilino.


Baca Juga: Indivara Group: “Revenue Kami Lebih Besar dari Bukalapak”

Asuransi-asuransi yang paling banyak dipilih konsumen adalah asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, asuransi kesehatan, serta asuransi mikro seperti proteksi gadget dan proteksi elektronik.




Tak dimungkiri, permintaan terhadap produk-produk asuransi itu meningkat pesat juga berkat diskon dan hadiah yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan insuretech.

Baca Juga: Clubhouse Luncurkan Fitur Clubhouse Links, Apa Fungsinya?

Saat ini, Fuse telah bekerja sama dengan 35 perusahaan asuransi dan lima mitra asuransi besar. “Fuse bukan insuretech yang pertama, tapi kami insuretech yang terbesar di Indonesia,” kata Ridho.

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID – Foto: Fuse


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here