Connect with us

TechnoBusiness News

Palo Alto Networks Temukan Phishing NodeStealer 2.0 di Facebook

Palo Alto Networks Unit 42 menemukan varian baru dari phishing NodeStealer yang berbahaya bagi akun bisnis Facebook.

Published

on

Jakarta, TechnoBusiness ID Palo Alto Networks, Inc. (Nasdaq: PANW), perusahaan pengembang sistem keamanan siber asal Santa Clara, California, mengumumkan bahwa pada Desember 2022 para peneliti Unit 42-nya menemukan serangan phishing bernama NodeStealer 2.0.

NodeStealer 2.0 merupakan jenis phishing tingkat lanjut dari varian NodeStealer di Facebook yang dilaporkan Meta pada Mei sebelumnya. Pada Desember itu, sebuah serangan malware NodeStealer varian baru muncul dengan dua varian yang ditulis dalam bahasa pemrograman Pyton.

Baca Juga: Kaspersky: Terjadi 7 Juta Ancaman Keamanan Siber di Indonesia

NodeStealer 2.0 memiliki kemampuan yang lebih baik, termasuk untuk mencuri mata uang kripto, mengunduh, dan mengambil alih akun bisnis di Facebook. Ancaman itu mengiming-imingi korbannya dengan menyediakan tools bisnis seperti format spreadsheet gratis.

Advertisement

Karena gratis, pengguna Facebook tertarik untuk mengunduhnya. Padahal, file yang terunduh itu berisi program berbahaya buatan penjahat siber untuk mencuri data-data privasi. Maka, pemilik akun disarankan menggunakan kata sandi yang sulit ditebak dan mengaktifkan otentifikasi multifaktor.

Vicky Ray, Direktur Unit 42 Cyber Consulting & Threat Intelligence Palo Alto Networks untuk Asia Pasifik dan Jepang, mengatakan Indonesia menjadi negara pengguna Facebook terbesar ketiga di dunia dengan jumlah 119,9 juta pengguna per Januari 2023.

Baca Juga: Walmart Tetap Pertahankan Posisi Puncak Fortune Global 500

Jumlah pengguna yang besar secara otomatis persentase terpapar ancaman phishing NodeStealer dan NodeStealer 2.0 juga besar. Harus dipahami bahwa selain berdampak langsung pada akun bisnis Facebook, malware tersebut juga mencuri kredential pengguna dari browser yang dapat digunakan untuk melakukan serangan lanjutan.

“Kami mengimbau kepada seluruh organisasi untuk mengevaluasi kebijakan perlindungan mereka dan menerapkan indikator-indikator penyusunan yang terlampir dalam laporan kami untuk mengatasi ancaman ini,” kata Vicky.

Advertisement

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID Foto: Palo Alto Networks