Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Tidak sedikit yang memprediksi ekonomi Indonesia anjlok seiring melemahnya perekonomian global. Benarkah?

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Banyak yang memprediksi ekonomi Indonesia anjlok menyusul melemahnya kondisi ekonomi global.

Namun, prediksi ekonomi Indonesia anjlok itu dibantah oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Baca Juga: Permata Baru di Industri Pelabuhan

“Meski di luar terjadi perlambatan, Indonesia bisa menjaga pertumbuhan [ekonomi] di atas 5%,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam siaran pers Otoritas Jasa Keuangan hari ini.

Pasar domestik yang besar diyakini mampu menjadi jaminan untuk menangkal ekonomi Indonesia anjlok.

Ia optimistis ekonomi Indonesia tidak anjlok, bahkan tetap tumbuh di atas 5%, karena memiliki pasar domestik yang besar.

Pasar domestik yang besar itu diyakini mampu menjadi jaminan untuk menangkal ekonomi Indonesia anjlok akibat ketidakpastian ekonomi global.



Baca Juga: GM Hentikan Penjualan di Indonesia, Begini Kinerja Globalnya

Optimisme pemerintah bahwa ekonomi Indonesia tidak anjlok dan tetap tumbuh di atas 5%, kata Menkeu, harus diimbangi dengan optimisme dari para CEO industri dan aktor ekonomi.

“Pemerintah sadar dinamika kondisi [ekonomi] tidak terlalu positif, tapi di dalam negeri punya optimisme tinggi,” kata Sri.

 

[nextpage]


Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.


Pemerintah akan menciptakan dampak kebijakan yang konkret agar ekonomi Indonesia tidak anjlok. Caranya, dengan bekerja sama antarmenteri dan daerah, dan menularkan optimisme ke dunia usaha.

Baca Juga: Setelah Facebook, Kini Giliran Google dalam Masalah


Tumbuh 5,1%

BI juga membantah ekonomi Indonesia anjlok. Memperkuat penyataan Menkeu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI optimistis ekonomi nasional tumbuh 5,1% tahun ini.

BI telah mengeluarkan berbagai bauran kebijakan agar ekonomi Indonesia tidak anjlok.

Pertumbuhan itu dibarengi dengan nilai tukar yang stabil di kisaran Rp14.000 per dolar Amerika Serikat.

Perry menjelaskan bahwa BI telah mengeluarkan berbagai bauran kebijakan agar ekonomi Indonesia tidak anjlok dan justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Wow, Kini Beli Mobil Superpremium Bisa Lewat Online

Bauran-bauran kebijakan itu di antaranya dengan menurunkan tingka suku bunga dari 6% menjadi 5% dan kebijakan uang muka untuk produk otomotif.

“Likuiditas perbankan lebih dari cukup untuk financing. Macroprudential tahun lalu sudah dikendorkan,” terang Perry dalam siaran pers yang sama.●

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Kementerian Keuangan

 

 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here