GM hentikan penjualan di Indonesia karena tak menghasilkan keuntungan, meski telah hadir sejak zaman penjajahan.

Detroit dan Jakarta, TechnoBusiness ● Beberapa hari ini pasar otomotif diramaikan oleh kabar General Motors (NYSE: GM) hentikan penjualan di Indonesia mulai Maret tahun depan.

Baca Juga: Hankook Tire jadi Pemasok Terbaik General Motors

Kabar itu ternyata bukan isapan jempol belaka. Presiden GM Asia Tenggara Hector Villarreal mengonfirmasi bahwa keputusan GM hentikan penjualan di Indonesia itu telah melalui pertimbangan secara menyeluruh.

“Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya,” ujar Villareal dalam pernyataan resminya.

Padahal, GM harus konsisten dengan strategi globalnya untuk meraih keuntungan. Sehingga GM hentikan penjualan di Indonesia merupakan keputusan yang sulit.

Baca Juga: Setelah Facebook, Kini Giliran Google dalam Masalah

Masalahnya, “Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan,” ungkap Villarreal dalam siaran pers yang diterima TechnoBusiness Indonesia, Senin (28/10).

Faktor-faktor itu, jelas Villarreal, membuat kegiatan-kegiatan operasional GM Indonesia menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.

 

Hanya Penggembira

Meski hadir di Indonesia sejak 1927, bahkan saat itu masih Hindia Belanda, dengan nama NV General Motors Java Handel Maatschappij (NVGMJHM), Chevrolet, nyatanya GM hanya jadi pemain penggembira saja.

 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here