Semester Pertama, Tower Bersama Bukukan Pendapatan Rp1,94 Triliun

  • Pendapatan Tower Bersama diperoleh dari 22.175 penyewaan menara telekomunikasi selama satu semester yang berakhir 30 Juni 2017.
  • Perseroan meningkatkan target sepanjang 2017 menjadi 2.700 penyewaan organik.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (IDX: TBIG), perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan base transceiver station (BTS) milik Saratoga Group dan Provident Capital berbasis di Jakarta, berhasil membukukan pendapatan Rp1,94 triliun dan EBITDA Rp1,68 triliun selama enam bulan pertama 2017.

 

Baca Juga: Saran Jack Ma Setelah Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia

 

Jika pencapaian triwulan kedua disetahunkan, total pendapatan dan EBITDA Tower Bersama masing-masing mencapai Rp3,93 triliun dan Rp3,41 triliun. Pendapatan itu diperoleh dari 22.175 penyewaan dan 13.158 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 13.158 menara telekomunikasi dan 52 jaringan DAS.

Dari total penyewaan 22.123 menara telekomunikasi, rasio kolokasi (tenancy ratio) Tower Bersama menjadi 1,68. “Di semester pertama, kami menambahkan 1.750 penyewaan di mana 619 di antaranya berupa penambahan menara telekomunikasi secara organik,” ungkap Hardi Wijaya Liong, CEO Tower Bersama, melalui siaran persnya, Rabu (23/8).

 

 

Berdasarkan data pesanan saat ini, lanjut Hardi, Tower Bersama meningkatkan target penambahan organik sepanjang 2017 menjadi 2.700 penyewaan. Perseroan mampu membiayai akuisisi dan pesanan built-to-suit organik yang diterima dari pelanggan.

“Kami memiliki peluang pinjaman yang masih cukup berdasarkan perjanjian yang ada dan masih memiliki fasilitas bank yang belum termanfaatkan,” kata Helmy Yusman Santoso, Chief Financial Officer Tower Bersama.

 —Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Tower Bersama Infrastructure