TechnoBusiness Opinion
Data Banyak, Tapi Apakah Sudah Siap Menggerakkan Bisnis?
Oleh Halim Hartono Perdana, Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk
TechnoBusiness Opinion ● Beberapa waktu lalu, saat membuka Executive Roundtable for Business Leaders di Jakarta, saya menyampaikan satu hal: “Kita sudah melewati fase ketika AI hanya menjadi eksperimen teknologi.”
Hari ini, pertanyaannya bukan lagi “Apa yang bisa dilakukan AI?” tapi “Seberapa nyata AI bisa memberikan dampak bagi bisnis?”. Semakin jauh kita membahas AI, semakin jelas bahwa jawabannya sering kali bukan dimulai dari AI itu sendiri.
Jawabannya dimulai dari data. Hampir setiap aktivitas perusahaan hari ini menghasilkan data: transaksi, pelanggan, operasional, aplikasi, hingga berbagai kanal digital.
Masalahnya, data yang banyak belum tentu menjadi data yang berguna.
Tidak sedikit perusahaan yang datanya masih terpisah-pisah (silo). Informasi pelanggan berada di satu sistem, transaksi di sistem lain, sementara aplikasi dan kanal baru terus bermunculan.
Akibatnya, sebelum sebuah keputusan dapat dibuat, tim masih harus mencari, menggabungkan, memvalidasi, dan menyiapkan data terlebih dahulu.
Di sinilah, menurut saya, makna modernisasi data perlu dilihat lebih luas. Modernisasi bukan berarti mengganti seluruh sistem lama. Banyak legacy system masih menjalankan proses bisnis yang kritikal dan memberikan nilai.
Yang lebih penting adalah membangun fondasi data yang mampu menghubungkan apa yang sudah ada dengan apa yang akan datang tanpa menghambat bisnis setiap kali teknologi berubah.
Ini menjadi semakin penting ketika AI mulai masuk lebih dalam ke proses bisnis. Karena AI yang hebat tidak hanya membutuhkan model yang canggih.
AI membutuhkan data yang relevan, konteks yang tepat, dan akses ke informasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan insight hingga pada akhirnya mengambil tindakan.
Bagi perusahaan, dampaknya sangat nyata: memahami pelanggan dengan lebih baik, mempercepat pengambilan keputusan, merespons perubahan pasar, mengelola risiko, hingga menemukan peluang pertumbuhan baru.
Karena itu, saya melihat modernisasi data bukan lagi sekadar agenda IT. Ini adalah bagian dari agenda pertumbuhan bisnis di era AI. Tujuan sebenarnya sederhana: memperpendek jarak antara data, keputusan, dan tindakan.
Inilah salah satu diskusi utama dalam Executive Roundtable for Business Leaders bertema “Modenize with Confidence: Scaling Growth in the AI Era with MongoDB & Multipolar Technology”.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah perusahaan Anda memiliki cukup banyak data, melainkan apakah data tersebut sudah siap membawa bisnis Anda ke tahap berikutnya?●
