Connect with us

TechnoBusiness News

Alokasi Anggaran AI Melonjak, Tetapi Implementasinya Masih Tertinggal

Salah satu yang menjadi sorotan utama dalam Metrodata Solution Data 2026 adalah AI.

Published

on

● 56,7% organisasi di Indonesia siap meningkatkan anggaran GenAI lebih dari 50%, tetapi tingkat kematangan AI baru mencapai 2,03 dari skala 5.

● “Yang menentukan sekarang adalah nilai yang dihasilkan, bukan seberapa cepat teknologi itu dipakai. Ini soal kepemimpinan.”

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Gelombang investasi artificial intelligence (AI) di Indonesia memasuki fase yang semakin agresif. Namun, di balik besarnya anggaran yang disiapkan perusahaan, masih terdapat persoalan mendasar berupa kesenjangan antara investasi dan kesiapan organisasi untuk mengimplementasikan AI secara matang. Kondisi tersebut menjadi salah satu sorotan utama Metrodata Solution Day 2026 yang mengangkat tema Winning with AI: Build, Run, and Scale for Measurable Impact.

Data From AI Spending to AI Value Creation IDC memperlihatkan besarnya antusiasme perusahaan Indonesia terhadap GenAI. Sebanyak 56,7% organisasi di Indonesia berencana meningkatkan anggaran GenAI lebih dari 50%, jauh di atas rata-rata Asia/Pacific yang mencapai 29,8%. Persoalannya, tingkat kematangan AI organisasi di Indonesia baru berada pada angka 2,03 dari skala 5.

Angka tersebut menunjukkan bahwa peningkatan belanja teknologi belum otomatis berbanding lurus dengan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan AI. Ada ruang yang cukup lebar antara kemampuan membeli teknologi dan kemampuan menghasilkan nilai dari teknologi tersebut. Kesenjangan inilah yang menjadi salah satu latar belakang Metrodata mengarahkan pembahasan Metrodata Solution Day 2026 pada bagaimana perusahaan membangun fondasi, menjalankan implementasi, dan memperluas penggunaan AI secara terukur.

Advertisement

Menurut Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk. (iDX: MTDL), perusahaan kini harus mengubah cara mengukur keberhasilan penerapan AI. “Kita telah melewati fase di mana adopsi menjadi ukuran kemajuan,” ujarnya. Karena itu, organisasi perlu menilai investasi AI bukan berdasarkan seberapa cepat teknologi digunakan, melainkan berdasarkan dampak nyata yang berhasil diciptakan bagi bisnis dan operasional.

Tantangan tersebut membuat kesiapan organisasi menjadi sama pentingnya dengan besarnya anggaran yang dialokasikan. Metrodata membaginya dalam tiga tahapan, yakni Build, Run, dan Scale, yang mencakup kesiapan data dan arsitektur, pemilihan use case, tata kelola, keamanan, operasional, hingga kemampuan memperluas AI ke berbagai fungsi bisnis. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa implementasi AI bukan proyek teknologi yang selesai setelah sistem berjalan, melainkan proses berkelanjutan untuk menciptakan nilai.

Voni Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia, melihat kesiapan infrastruktur sebagai salah satu elemen penting dalam mengubah investasi AI menjadi hasil bisnis. Menurut dia, organisasi membutuhkan fondasi hybrid cloud yang terbuka, fleksibel, dan aman agar workload AI dapat diterapkan serta diperluas di berbagai lingkungan TI tanpa ketergantungan pada satu vendor. “Untuk mengubah investasi AI menjadi hasil yang nyata, organisasi perlu memiliki kemampuan untuk menerapkan dan memperluas workload AI secara seamless di berbagai lingkungan TI,” ujar Voni.

Dengan demikian, persoalan AI di Indonesia mulai bergeser dari “berapa banyak perusahaan berinvestasi?” menjadi “seberapa siap investasi tersebut menghasilkan nilai?” Besarnya anggaran memang menunjukkan optimisme terhadap AI, tetapi tingkat kematangan 2,03 dari skala 5 memperlihatkan bahwa perusahaan masih perlu memperkuat fondasi, tata kelola, keamanan, data, dan kesiapan operasional. Tanpa kesiapan tersebut, peningkatan investasi berisiko menghasilkan lebih banyak eksperimen daripada dampak bisnis yang terukur.

Metrodata Solutions Day 2026 pada akhirnya menempatkan kesenjangan tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan di Indonesia. Investasi AI yang besar perlu diikuti kemampuan Build, Run, dan Scale agar teknologi tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi masuk ke proses bisnis dan menghasilkan produktivitas serta pengambilan keputusan yang lebih baik. Metrodata pun menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan ekosistem teknologi global untuk membantu organisasi mengubah investasi AI menjadi nilai bisnis yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.●

Advertisement

VINO DARMAWAN/TechnoBusiness ID

TechnoBusiness, Menara Astra Lt. 25 Unit 25D, Jalan Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta 10220, E-mail: editorial@technobusiness.id Copyright © 2017-2026 - TechnoBusiness: Published by PT Pasx Strato International, A Member of Pasxmedia Holding. All Rights Reserved.