TechnoBusiness News
Ternyata Ada Bosch di Balik Kesuksesan Pertamina Mandalika International Sirkuit
Teknologi-teknologi Bosch dibutuhkan dalam proses pemeliharaan sirkuit.
● Bosch Indonesia menjadi mitra Mandalika Grand Prix Association dalam proses pemeliharaan Pertamina Mandalika International Circuit.
● “Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari.”
Lombok, TechnoBusiness ID ● Ketika semua mata tertuju pada pembalap, motor yang digunakan, kecepatan di lintasan, dan siapa yang menjadi pemenangnya, ternyata ada pekerjaan penting yang jauh dari sorotan kamera–dan itu terus berlangsung sepanjang waktu meski tidak sedang dalam gelaran balapan.
Seperti diketahui, Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu arena balap MotoGP dan Asia Road Racing Championship yang amat populer. Selain dua ajang kelas dunia itu, berbagai event balap skala nasional dan event lain juga sering kali digelar di sirkuit tersebut.
Dari 365 hari sepanjang tahun 2025, misalnya, menurut Donny Mahardjono, Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pengelola sirkuit yang berada di bawah InJourney Tourism Development Corporation, 270 harinya Pertamina Mandalika International Circuit diramaikan oleh berbagai event.
Dari satu event ke event berikutnya, aktivitas pemeliharaan, pemeriksaan, dan perbaikan sirkuit dengan panjang lintasan 4,3 kilometer dan 17 tikungan tersebut tetap berlangsung demi memastikan seluruh fasilitas dan kendaraan operasional berada dalam kondisi terbaik.
“Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” ungkap Donny. “Karena itu, pekerjaan di balik layar menjadi bagian penting untuk memastikan operasional sirkuit berjalan sesuai standar yang ditetapkan.”
Di lingkungan balap motor, kompetensi teknisi harus berjalan beriringan dengan peralatan yang tepat dan berstandar tinggi. Teknisi bersertifikasi internasional membutuhkan tools yang mampu mendukung pekerjaan perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan komponen secara presisi, aman, serta sesuai standar internasional.
Apalagi ajang MotoGP, sekecil apa pun bisa menjadi bagian dari keselamatan, sehingga standar yang ditetapkan FIM harus benar-benar dijaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan. Kondisi lintasan, run-off area, perangkat keselamatan, dan kesiapan operasional harus dipastikan berada dalam kondisi terbaik.
Untuk itu, MGPA menggandeng Bosch, penyedia teknologi global asal Jerman. Kata Donny, dengan memanfaatkan Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket yang disediakan oleh Bosch Indonesia, pemeliharaan kendaraan dan operasional sirkuit menjadi lebih mudah dan aman.
Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, mengatakan, teknologi otomotif harus dilihat sebagai sebuah ekosistem yang saling terhubung, bukan semata-mata kendaraan yang berkompetisi di lintasan.
“Melalui Bosch Power Tools dan Mobility Aftermarket, kami menghadirkan solusi yang mendukung kebutuhan para profesional, mulai dari pekerjaan teknis hingga pemeliharaan kendaraan,” jelasnya seraya menegaskan bahwa reliability dan durability peralatan menjadi bagian penting dari safety.
Ia mencontohkan, cordless tools, impact wrenches, dan grinders untuk pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan; thermal camera dan inspection camera untuk membantu menemukan kondisi komponen yang tidak selalu bisa dilihat secara kasat mata; dan pressure washer, blower, industrial vacuum untuk pemeliharaan.
Bosch merupakan pemasok teknologi yang melayani empat sektor bisnis, antara lain mobility, industrial technology, consumer goods, dan energy and building technology. Perusahaan tersebut berupaya memanfaatkan teknologi untuk membentuk tren universal seperti otomasi, elektrifikasi, digitalisasi, dan konektivitas.
Sejak didirikan di Stuttgart pada 1886 oleh Robert Bosch, sampai saat ini Bosch memdidirikanar 490 anak perusahaan yang tersebar di lebih dari 60 negara. Bosch masuk Indonesia pada 1919 melalui jaringan mitra dan distributor, kemudian diikuti dengan pendirian PT Robert Bosch di Jakarta pada 2008.●
PURJONO AGUS SUHENDRO/TechnoBusiness ID
