Connect with us

TechnoBusiness News

Panjang Jaringan Fiber Optik yang Dioperasikan Indonet Naik 141%

Total jaringan fiber optik yang dioperasikan Indonet kini mencapai 850 kilometer.

Published

on

Indonet baru saja menyelesaikan pembangunan jalur ketiga jaringan fiber optik bawah tanah East Route.

“Pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.”

Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Indointernet Tbk (Indonet) (IDX: EDGE), perusahaan penyedia infrastruktur digital yang fokus pada bisnis konektivitas, data center, dan cloud, menyatakan total jaringan fiber optik yang dioperasikannya kini telah mencapai 850 kilometer atau naik 141% dibanding pada 2024.

Total jaringan fiber optik yang dioperasikan menjadi sepanjang itu setelah Indonet, perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Digital Edge asal Hong Kong tersebut, berhasil mengoperasikan jalur ketiga dari East Route sepanjang lebih dari 80 kilometer dengan kapasitas 2 x 576 core fiber.

Advertisement

Menurut Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet, East Route merupakan koridor optik bawah tanah yang menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang. East Route memiliki tiga jalur, yang dua jalurnya sudah beroperasi sejak 2025.

“Pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun infrastruktur digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kami memilih jalur bawah tanah, yang dibangun di kedalaman 1,5-2 meter, karena lebih andal dibanding melalui jalur udara,” katanya di Jakarta, Rabu (7/7).

Selain itu, pembangunan jalur fiber optik bawah tanah juga memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko operasional, sehingga berdampak pada layanan yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis mission-critical seperti disaster recovery dan AI workloads yang membutuhkan performa jaringan secara konsisten.

Merujuk pada data Globe Newswire, saat ini Indonesia telah menjadi salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Seiring meningkatnnya investasi hyperscaler, cloud provider, dan enterprises, nilai pasar data center Indonesia diproyeksikan naik dari US$1,83 miliar pada 2026 menjadi US$3,48 miliar pada 2031(CAGR 13,71%).

“Pesatnya pertumbuhan ekosistem data center di Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur konektivitas yang mampu mendukung kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. Karena itu, dengan pengembangan jalur fiber optik bawah tanah, Indonet hadir untuk menjawab tantangan itu,” ujar Yudie Haryanto, Direktur Sales dan Marketing Indonet.

Advertisement

Saat ini, Indonet sedang menyelesaikan proses privatisasi setelah masuk Bursa Efek Indonesia sejak Februari 2021. Langkah delisting yang ditargetkan selesai pada November dipilih menyusul semakin besarnya saham yang dikuasai oleh Digital Edge. “Go private kami pilih agar perusahaan lebih cepat dan lebih lincah dalam berinovasi,” ungkap Donauly Situmorang, Presiden Direktur Indonet.●

PURJONO AGUS SUHENDRO/TechnoBusiness ID

TechnoBusiness, Menara Astra Lt. 25 Unit 25D, Jalan Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta 10220, E-mail: editorial@technobusiness.id Copyright © 2017-2026 - TechnoBusiness: Published by PT Pasx Strato International, A Member of Pasxmedia Holding. All Rights Reserved.