TechnoBusiness News
Primaya Hospital Berikan 2.000 Mini MCU Kepada Pendamping Pasien
Program tersebut bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional 2026 dan HUT ke-20 Primaya Hospital Group.
• Primaya Hospital memberikan 2.000 pemeriksaan Mini MCU gratis bagi pendamping pasien di 20 rumah sakit.
• “Di sini saya merasa dianggap sebagai keluarga oleh dokter dan perawat yang sigap dan perhatian.”
Jakarta, TechnoBusiness ID ● Primaya Hospital Group memberikan 2.000 pemeriksaan mini medical check-up (MCU) gratis bagi pendamping pasien di 20 jaringan rumah sakitnya di Indonesia. Program ini digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 sekaligus menandai 20 tahun perjalanan Primaya Hospital.
Mengusung tema “20 Years of Excellence – Care That Matters to You,” program tersebut ditujukan sebagai bentuk apresiasi kepada keluarga dan orang terdekat yang mendampingi pasien selama menjalani perawatan. Primaya Hospital menilai kesehatan pendamping juga perlu mendapat perhatian.
Chief Medical Officer Primaya Hospital Group dr. Esther Ramono mengatakan pendamping pasien sering kali lebih fokus pada kondisi orang yang dirawat dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. “Melalui 2.000 mini MCU gratis ini, kami ingin mengajak mereka untuk sesekali memberikan perhatian kepada kesehatannya sendiri,” ujarnya.
Pengalaman selama 20 tahun menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pasien. Keluarga dan pendamping juga menjadi bagian penting dalam perjalanan perawatan yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Pada momentum tersebut, Esther juga menyapa langsung pasien hemodialisis di Primaya Hospital Bekasi Timur. Salah satunya Christiawan Heri, pasien yang telah menjalani hemodialisis selama sekitar dua tahun di bawah perawatan dr. I Putu Arsana, Sp.PD, K-GH.
Heri mengaku nyaman menjalani perawatan karena mendapatkan pelayanan yang ramah dan perhatian dari dokter maupun perawat. Meskipun harus menjalani cuci darah hingga dua kali seminggu dan sering datang tanpa didampingi keluarga, ia merasa tetap mendapatkan dukungan.
“Di sini saya merasa dianggap sebagai keluarga oleh dokter dan perawat yang sigap dan perhatian,” tutur Heri. Ia juga mengaku terkesan dengan kebiasaan petugas menjawab “Dengan senang hati” setiap kali dirinya mengucapkan terima kasih.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua mengatakan pasien hemodialisis membutuhkan perawatan konsisten karena terapi dilakukan secara rutin dalam jangka panjang. Untuk itu, Primaya Hospital Bekasi Timur mengembangkan program Sahabat Hemodialisis yang dilengkapi logbook untuk memantau kondisi pasien di rumah sakit maupun di rumah.
“Melalui Sahabat Hemodialisis, kami ingin membangun hubungan yang membuat pasien merasa didengar dan diperhatikan sepanjang prosesnya,” kata Meizar. Menurut dia, kualitas pengalaman pasien merupakan bagian penting dari layanan kesehatan yang diberikan.
Rangkaian Mini MCU dan kunjungan ke unit hemodialisis tersebut menjadi bagian dari strategi Primaya Hospital memperkuat kedekatan dengan pasien, pendamping, dan keluarga. Bertepatan dengan usia ke-20, Primaya Hospital ingin menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari aspek medis, tetapi juga dari pengalaman dan perhatian yang diterima pasien serta orang-orang yang mendampinginya.
PURJONO AGUS SUHENDRO/TechnoBusiness ID
