Deliveree luncurkan jasa layanan belanja untuk kebutuhan harian masyarakat.

Jasa layanan belanja Deliveree membantu masyarakat yang merasa perlu mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Demi bertahan di tengah pandemi Covid-19, startup jasa pengiriman Deliveree membuka jasa layanan belanja untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Kopi Kenangan Raih Pendanaan Seri B Senilai US$109 Juta

Jasa layanan belanja Deliveree itu tak ubahnya seorang ibu rumah tangga meminta bantuan asisten rumah tangganya untuk berbelanja ke swalayan terdekat.

Dalam jasa layanan belanja itu, Deliveree menyediakan petugas yang siap membantu membelikan dan mengantarkan pesanan tersebut ke pelanggan.

Baca Juga: Tokocrypto Raih Pendanaan dari Binance

Yang menarik, semua proses tersebut bisa dipantau oleh pelanggan secara real-time. Jika ingin berinteraksi, platform Deliveree juga menyediakan fitur live chat.


Jasa layanan belanja Deliveree semacam itu memang cocok bagi mereka yang peduli terhadap protokol pencegahan Covid-19.

“Bagi sebagian orang, mengunjungi toko fisik bukanlah pilihan tepat di saat seperti ini,” ungkap Tom Kim, Country Director Deliveree untuk Indonesia, Selasa (19/5).

Itu sebabnya, Deliveree meluncurkan jasa layanan belanja inovatif yang bermanfaat bagi mereka yang khawatir terpapar Covid-19.

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

[nextpage]

Deliveree menyediakan petugas khusus untuk jasa layanan belanjanya.

Deliveree pun mengakui, di satu sisi memudahkan pelanggan, di sisi yang lain juga membantu 5.000 lebih mitra pengemudi untuk tetap bekerja selama masa sulit ini.

Baca Juga: Halal Plaza Jadikan Masjid sebagai Digital Economy Center

Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, menilai strategi Deliveree dengan menambah jasa layanan belanja di tengah pandemi memang bisa menjadi jalan keluar dari keterpurukan.

“Selama masih ada korelasinya tidak masalah. Yang menjadi masalah itu kalau layanan tersebut berbeda sama sekali dari bisnis intinya,” katanya kepada TechnoBusiness Indonesia, Rabu (20/5).

Baca Juga: Hadi Kuncoro: E-commerce Perbanyak Barang Impor Itu Begini Hitung-Hitungannya…

Walau memang tidak sedikit juga perusahaan yang benar-benar meluncurkan jasa layanan belanja seperti Deliveree tapi sebetulnya amat jauh dari bisnis intinya.

“Kalau itu terjadi, seolah-olah perusahaan itu berjalan tanpa panduan, tanpa model bisnis, tanpa positioning, tanpa arah yang jelas,” jelas Jeffrey.

Namun, ia menegaskan, kasus seperti ini berbeda dengan pabrik-pabrik otomotif dialihkan untuk memproduksi masker.

Baca Juga: Strategi Baru GoPro Setelah Terjerembab Pandemi

Sebab, pengalihan sementara produksi barang tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, bukan didorong oleh hitung-hitungan bisnis.●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto: Deliveree

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here