Superapp kesehatan asal Indonesia, Alodokter, secara total sampai saat ini telah mengumpulkan pendanaan senilai US$45,1 juta.  

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Alodokter, superapp kesehatan terkemuka di Indonesia, baru saja meraup pendanaan seri C senilai US$33 juta dari beberapa investor strategis yang dipimpin Sequis Life.

Beberapa investor itu antara lain Philips, Heritas Capital, Hera Capital, dan Dayli Partners. Dua investor lama, Softbank Ventures Asia dan Golden Gate Ventures, juga kembali ikut serta dalam pendanaan.

Baca Juga: Salam Pacific dan Deliveree Jalin Kemitraan Strategis

Untuk diketahui, Alodokter didirikan oleh Nathanael Faibis, alumnus Essec Business School, Prancis, di Jakarta pada 2014. Hingga kini, aplikasi itu berkembang pesat dan memiliki 20 jutaan pengguna aktif per bulan.

Alodokter bekerja sama dengan sekitar 20.000 dokter serta 1.000 rumah sakit dan klinik.

Layanan yang ditawarkan, antara lain artikel-artikel seputar kesehatan, chat langsung dengan dokter, booking dokter, mencari rumah sakit pilihan, dan proteksi finansial.

Untuk mendukung layanan tersebut, Alodokter bekerja sama dengan sekitar 20.000 dokter serta 1.000 rumah sakit dan klinik. Kerja sama itu penting mengingat, kata co-founder dan Direktur Alodokter Suci Arumsari, masih terbatasnya akses kesehatan di Indonesia.



Baca Juga: Ovo Sebar Ovo SmartCube di 500 Titik hingga 2020

“Menemukan informasi medis yang akurat, dokter yang cepat, dan pembiayaan yang tepat bisa sangat menyulitkan bagi banyak keluarga di Indonesia,” katanya.

 

[nextpage]


Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.


 

Alodokter, dengan beragam layanannya, terbukti berhasil mengubah poros layanan kesehatan di negeri ini secara signifikan. “Itu salah satu faktor utama yang membuat Alodokter berkembang supercepat,” ujar Faibis.

Tahun lalu, Alodokter menambah layanannya berupa asuransi kesehatan yang dinamakan Proteksi Alodokter. Pemegang polis dapat berlangganan, membayar, dan melakukan proses klaim langsung melalui aplikasi.

Baca Juga: Telat Dijemput 3 Menit, Pelanggan Gojek Dapat Voucher


Penjualan asuransi Alodokter pun, yang secara pasar penetrasinya masih di bawah 2%, langsung melonjak 15 kali lipat dalam enam bulan terakhir. Maka dari itu, wajar jika kucuran investasi tambahan terus berdatangan, termasuk dari perusahaan asuransi Sequis Life.

Sejak didirikan, Alodokter telah menerima empat kali pendanaan.

“Selain jumlah pengguna yang besar, kami juga sangat terkesan dengan visi mereka yang jelas dan kuat dalam memberikan keakuratab medin di setiap layanan yang dibutuhkan pasien. Menurut kami, ini adalah DNA Alodokter,” ungkap CEO Sequis Life Tatang Wijaya.

Bersama dengan Alodokter, lanjut Tatang, Sequis Life akan lebih mudah menciptakan teknologi dan metode terbaru serta menjangkau segmen pasar asuransi yang belum tergarap sebelumnya.

Baca Juga: Biznet Mantap jadi Perusahaan Infrastruktur Digital Terintegrasi

Sejak didirikan, Alodokter telah menerima empat kali pendanaan. Pendanaan pertama dalam tahap seed round senilai US$600.000 diperoleh dari empat investor, yaiu 500 Startups, Pegasus Tech Ventures, Golden Gate Ventures, dan Lim Der Shing, pada April 2014.

Pendanaan kedua berupa seri A senilai US$2,5 juta dari tiga investor yang dipimpin Golden Gate Ventures. Pendanaan ketiga seri B senilai US$9 juta dari Softbank Ventures Asia.

Jadi, jika ditotal, sampai hari ini Alodokter sudah berhasil mengumpulkan dana sebanyak US$45,1 juta. Alodokter berkompetisi dengan HaloDok, Dokter.id, Go-Dok, KlikDokter.com, dan lain sebagainya.

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Alodokter

 

 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here