Suci Arumsari, Presiden Direktur Alodokter

Alodokter meraih tambahan pendanaan untuk babak pendanaan seri C dari MDI Ventures milik Telkom.  

Jakarta, TechnoBusiness ID • Alodokter, platform layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) yang berbasis di Jakarta, meraih pendanaan tambahan dari pemodal ventura milik Telkom Indonesia, MDI Ventures.

Baca Juga: Normal Baru, Peluang Baru, Persaingan Baru Oleh Andy Juniarso

Pendanaan yang diumumkan pada Jumat (13/11) pekan lalu itu merupakan babak tambahan dari pendanaan Seri C senilai US$33 juta yang diperoleh Alodokter pada 2019.

Sejumlah investor sebelumnya, seperti Sequis, Golden Gate Ventures, Heritas, dan Hera Capital, juga turut dalam babak pendanaan tersebut.

“Setelah menerima pendanaan terbaru dan lebih besar dari Telkom tahun ini, kami harus menjalin kemitraan inovatif dengan sejumlah badan usaha milik negara lain, khususnya di sektor kesehatan,” ungkap CEO MDI Ventures Donald Wihardja.

Baca Juga: Resesi Ekonomi, 65% PDB Asia Pasifik akan Didigitalisasi


Hingga saat ini, Alodokter telah menghubungkan lebih dari 30.000 dokter serta 1.500 rumah sakit dan klinik dengan jutaan pasien.

Di Indonesia, platform yang cocok dan potensial untuk didanai oleh MDI Ventures, salah satunya Alodokter. Sebab, lanjut Donald, MDI Ventures ingin ikut menyebarkan dampak positif dari solusi tersebut ke seluruh Indonesia.

Pendanaan tambahan yang baru saja diperoleh akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Alodokter dalam melayani pengguna di Tanah Air.

Untuk itu, Presiden Direktur Alodokter Suci Arumsari mengatakan platformnya akan diperbarui agar lebih mutakhir, mudah diakses, dan terjangkau.

Baca Juga: KartuHalo Kini Tawarkan Paket Halo Unlimited Harga Rp100.000

Sejak didirikan oleh Suci bersama Nathanael Faibis, yang menjabat sebagai CEO, pada 2014, hingga saat ini Alodokter telah menghubungkan lebih dari 30.000 dokter serta 1.500 rumah sakit dan klinik dengan jutaan pasien.

Berdasarkan data dari Similarweb dan apptopia, saat ini Alodokter merupakan platform kesehatan digital yang paling banyak digunakan di Indonesia, yakni mencapai 27 juta pengguna aktif bulanan.

Artinya, pengguna Alodokter setara dengan 10% dari jumlah populasi penduduk. Dari jumlah itu, lebih dari 70% digunakan oleh kaum wanita muda.

Baca Juga: Skyegrid Tawarkan Paket Skyegrid Basic Seharga Rp39.000

Group Deputy CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar menilai pendanaan yang dilakukan oleh MDI Ventures ke Alodokter cukup tetap karena platform kesehatan memang dibutuhkan oleh masyarakat di era digital.

“Apalagi, jangkauan masyarakat pada fasilitas kesehatan di Tanah Air masih cukup memprihatinkan,” ungkapnya. “Kalau pun terjangkau secara jarak, belum tentu terjangkau dari sisi biaya.”

Itu sebabnya, platform kesehatan yang berbasis teknologi terkini seperti Alodokter dan sejenisnya mampu menjadi solusi dalam mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat.


Baca Juga: Microsoft Kucurkan Investasi US$100 Juta ke Bukalapak

Pengguna Alodokter setara dengan 10% dari jumlah populasi penduduk Indonesia.

Ke depan, platform kesehatan semacam Alodokter akan semakin canggih karena sarat dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Namun, yang pasti, monetisasinya menarik. Memang nilainya kecil-kecil dibanding secara tatap muka langsung dengan dokter, tapi jumlahnya banyak,” ujar Jeffrey.

Setelah menawarkan layanan penjadwalan konsultasi dengan dokter secara online, layanan asuransi, dan konten kesehatan digital, Alodokter akan meluncurkan epharmacy dalam waktu dekat.

Baca Juga: Pandemi Paksa Musisi untuk Fokus ke Dunia Digital

“Alodokter sedang membangun salah satu solusi terpadu yang paling lengkap di dunia supaya berbagai orang bisa sepenuhnya mengelola kesehatannya,” kata Nathanael.•

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID • Foto: Alodokter

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here