Staf RoomMe di salah satu unit indekos RoomMe.

RoomMe membagikan hand sanitizer ke ratusan rumah indekos di Jabodetabek untuk mencegah penyebaran virus Corona.

TechnoBusiness Corona Update ● Pandemi virus Corona (Covid-19) menyebar sangat cepat. Virus Corona telah mewabah hingga ke 199 negara.

Baca Juga: Penjualan Mobil di Amerika Anjlok 35,5% karena Virus Corona

Per Senin (30/3) jam 9 pagi WIB, menurut Worldometers.Info, tercatat sebanyak 721.902 orang di dunia terkonfirmasi positif terserang virus Corona.

Dari jumlah itu, 151.128 orang berhasil sembuh, tetapi 33.965 lainnya meninggal. Jumlah kasus di Amerika Serikat (142.004) dan Italia (97.689) telah melampaui China (81.439).

Baca Juga: Raksasa-Raksasa Teknologi Gelar Covid-19 Global Hackathon

Di Indonesia, penyebaran virus Corona tak kalah mengkhawatirkan. Per Minggu (29/3) jam 3.30 sore, sebanyak 1.285 kasus positif, 114 orang sembuh, dan 64 orang meninggal.


Melihat ganasnya virus Corona itu, sampai-sampai Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar rumah. Bekerja dan belajar sebisa mungkin dilakukan di rumah ataupun di indekos.

Nah, sebagai operator indekos virtual pertama dan terbesar di Indonesia, RoomMe merespons imbauan pemerintah itu dengan membagikan hand sanitizer ke ratusan rumah indekos (ribuan kamar indekos) di Jabodetabek.

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

 

[nextpage]

Di salah satu unit indekos RoomMe.

Menurut Glen Ramersan, CEO RoomMe, kenyamanan dan kesehatan para penghuni indekos merupakan prioritas utama. “Hand sanitizer telah menjadi fasilitas wajib yang kami distribusikan ke seluruh unit indekos RoomMe,” katanya.

Baca Juga: Danadidik Hapus Biaya Penalti Pinjaman Selama Pandemi Corona

JEFFREY BAHAR
Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

Melihat kesigapan RoomMe dalam merespons bahayanya wabah virus Corona tersebut, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar menilai langkah itu cukup tepat.

“Pertama, itu sebagai bentuk kepedulian startup yang bergerak di bidang penyediaan indekos terhadap rumah-rumah indekosnya,” ungkapnya kepada TechnoBusiness Indonesia di Jakarta hari ini.


Baca Juga: Karyanto: “Saya Ingin Mendigitalkan Jamu Lewat JamuDigital”

Kedua, yang dinilai lebih penting, untuk menjaga kesehatan para penghuni rumah-rumah indekos yang dikelola RoomMe. Dengan begitu, RoomMe tidak hanya mengelola, tetapi juga peduli terhadap pelanggannya.

Ketiga, sebuah perusahaan, termasuk startup, harus mampu memanfaatkan kondisi krisis menjadi sebuah peluang. “Respons cepat RoomMe itu mudah-mudahan bisa berbuah pembangunan merek yang baik untuk ke depannya,” ujar Jeffrey.

Baca Juga: Hadi Kuncoro: E-commerce Perbanyak Barang Impor Itu Begini Hitung-Hitungannya…

Untuk diketahui, seperti disebutkan Crunchbase, RoomMe merupakan operator indekos virtual di Jabodetabek yang berdiri sejak 2017.

Sampai saat ini, RoomMe telah mengelola 2.000 lebih kamar di 100-an rumah indekos. Pada 16 Oktober 2019, RoomMe berhasil mendapatkan pendanaan Seri A dari tiga investor, yakni Vertex Ventures, KK Fund, dan Bace Capital.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: RoomMe

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here