Connect with us

TechnoBusiness News

Indonesia Ingin Gabung Konsorsium Battery Energy Storage System Global

Indonesia berminat untuk bergabung dengan konsorsium Baterry Energy Storage System global.

Published

on

Jonas Gahr Støre, Perdana Menteri Norwegia dan Co-chair dari Global Leader Council ● Foto: Dok. GLC

Jakarta, TechnoBusiness ID Global Leadership Council (GLC) dari Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) menyatakan beberapa negara telah berkomitmen terhadap Konsorsium Battery Energy Storage System (BESS).

TechnoBusiness News: Sharp Targetkan Jual 7.000 Unit Smartphone Sharp Aquos R8s Series

Negara-negara itu, antara lain Barbados, Belize, Mesir, Ghana, India, Kenya, Malawi, Mauritania, Mozambik, Nigeria, dan Togo. Negara-negara tersebut menjadi pionir dalam upaya merealisasikan komitmen 5 Gigawatt (GW) Battery Energy Storage System.

Battery Energy Storage System merupakan elemen penting untuk meningkatkan kemampuan jaringan listrik dan mengakomodasi variabel sumber energi terbarukan yang diperlukan demi menggerakkan pengembangan ekonomi secara global.

Advertisement

Kombinasi Battery Energy Storage System dan energi terbarukan diketahui lebih murah dibandingkan energi alternatif berbahan fosil. Negara-negara konsorsium berkomitmen untuk menyalurkanya mulai 2027. Terbaru, Indonesia berminat menjadi bagian dari konsorsium.

Menurut Indonesia Country Lead GEAPP Lucky Nurrahmat, bergabung dengan Konsorsium dapat menjadi salah satu solusi bagi Indonesia dalam mempercepat pengembangan Battery Energy Storage System. GEAPP melalui GLC pun senang membantu pemerintah untuk itu.

Berdasarkan penelitian Rockefeller Foundation, mencegah pemanasan global melewati ambang batas 2 derajat Celcius memerlukan kolaborasi global yang lebih banyak daripada sebelumnya. Battery Energy Storage System dinilai sesuai untuk mencapai tujuan tersebut.

TechnoBusiness News: Jelang Halving Day 2024, Apa yang Mesti Dilakukan Investor Bitcoin?

“Tanpa kapasitas penyimpanan yang memadai, negara-negara akan kesulitan menambahkan energi terbarukan ke dalam jaringan mereka sesuai yang diperlukan untuk mengurangi emisi dan menciptakan peluang ekonomi,” ungkap Presiden Rockefeller Foundation dan co-Chair GLC Dr. Rajiv J. Shah.

Advertisement

Terbentuknya Konsorsium Battery Energy Storage System menjadi langkah maju dan berani untuk mengatasi hambatan yang mencegah banyak orang dan komunitas untuk bergabung dalam transformasi iklim yang sedang digalakkan di berbagai belahan dunia.

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID