• Dalam IDC Quarterly Mobile Phone Tracker disebutkan bahwa total pengiriman ponsel pintar ke seluruh dunia mencapai 347,4 juta unit.
  • “Ini membuktikan bahwa industri ponsel pintar tidak mati dan pertumbuhannya masih ada.”

 

FRAMINGHAM, MASSACHUSETTS – Rupanya laju permintaan pasar ponsel pintar (smartphone) global belum berhenti. Berdasarkan data yang dirilis periset pasar International Data Corporation (IDC) yang dituangkan dalam laporan IDC Quarterly Mobile Phone Tracker pada 27 April lalu menyebutkan bahwa total pengiriman ponsel pintar ke seluruh negara selama kuartal pertama 2017 mencapai 347,4 juta unit.

 

Baca Juga: Inilah Rahasia Sukses UKM Masa Kini Versi Facebook

 

Naiknya jumlah pengiriman ponsel pintar itu sekaligus membantah keraguan banyak orang yang memperkirakan terjadi penurunan permintaan karena pengaruh turunnya daya beli masyarakat global. IDC sendiri memperkirakan hanya akan terjadi kenaikan sebesar 3,6%, tapi nyatanya justru tumbuh 4,3%.

 “Ini membuktikan bahwa industri ponsel pintar tidak mati dan pertumbuhannya masih ada,” kata Ryan Reith, Program Vice President Worldwide Quarterly Mobile Device Trackers IDC, di Framingham, Massachusetts, Amerika Serikat, akhir April lalu. Tahun lalu, lanjut Reith, permintaan ponsel pintar memang tumbuh cukup rendah, tapi kembali pulih (rebound) tahun ini. Keyakinan itu telah terbukti sejak kuartal pertama lalu.

Peluncuran produk flagship P10 dari Huawei asal China dan Galaxy S8 keluaran Samsung dari Korea Selatan serta model-model iPhone terbaru telah menggairahkan pasar ponsel global. Huawei menjadi katalis lonjakan pertumbuhan terbesar bersama Oppo dan Vivo, dua merek asal China lainnya, bahkan melebihi pertumbuhan pasar tahunan. Pasar-pasar baru telah mendongkrak pertumbuhan penjualan mereka.

Menurut Manajer Riset IDC Worldwide Quarterly Mobile Mobile Device Trackers IDC Anthony Scarsella, popularitas dan hype media memang diramaikan oleh ponsel-ponsel pintar premium, tapi belakangan beberapa produsen mulai menawarkan perangkat berharga terjangkau dengan gaya premium. Penawaran itu pada akhirnya akan mengaburkan garis antara produk high-end dan low-end.

[qcld-ilist mode=”one” list_id=”4003″ upvote=”off” column=”1″]

—Peter Antonio, TechnoBusiness ● Grafis: TechnoBusiness ● Foto: Samsung ● Data: IDC 



LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here