diKios, minimarket bermodal Rp25 juta.

diKios menawarkan peluang kepada masyarakat untuk membuka minimarket modern hanya dengan modal Rp25 juta.

Jakarta, TechnoBusiness ID • PT Digital UMKM Indonesia, perusahaan penyedia solusi di bidang ritel dan kios digital modern, meluncurkan program diKios.

diKios yaitu program yang mendorong masyarakat untuk membuka minimarket modern hanya dengan modal Rp25 juta.

Baca Juga: Permudah Transaksi, Warung Pintar Gandeng GrabMart

“Ini adalah peluang bagi masyarakat untuk membuka warung yang dapat bersaing dengan toko ritel modern,” ungkap Direktur Digital UMKM Indonesia Rizal Mulyana.

diKios memutus rantai panjang jalur distribusi barang ke warung-warung tradisional dari sebelumnya sangat berjenjang menjadi langsung dari pabrik atau distributor.

Dengan begitu, selain menghemat waktu, barang yang ditawarkan diKios juga menjadi lebih murah. Pemesanannya pun lebih mudah karena hanya melalui aplikasi.


Baca Juga: Digitalisasi Warung Kelontong, Gojek Luncurkan GoToko

Jika tertarik, masyarakat tidak perlu menyewa rumah toko (ruko), melainkan cukup memanfaatkan ruang minimal seluas 2,5 x 2,5 meter persegi di rumahnya.

Masyarakat cukup memanfaatkan ruang minimal seluas 2,5 x 2,5 meter persegi di rumahnya untuk membuka diKios.

“Di saat krisis seperti ini, kita harus memaksimalkan potensi yang kita miliki,” lanjut Rizal dalam siaran pers yang diterima TechnoBusiness Indonesia hari ini.

Namun, diKios mensyaratkan ruang yang dipergunakan harus milik sendiri agar pemilik minimarket tidak terbebani biaya sewa.

Baca Juga: Waresix Raih Pendanaan Seri B Senilai US$100 Juta

Maka, diKios mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ruang yang tidak terpakai untuk membuka minimarket di rumah.

Walau demikian, sebetulnya konsep yang ditawarkan diKios bukan yang pertama. Di Indonesia, kata Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, Warung Pintar sudah lebih dulu ada.

“Konsep yang ditawarkan diKios hampir mirip dengan Warung Pintar yang belakangan diikuti dengan Gojek yang meluncurkan aplikasi GoToko dan GrabMart yang menggandeng Warung Pintar,” kata Jeffrey.

Baca Juga: Jumlah Kawasan Industri Bertambah 51,25% dalam 5 Tahun

Konsep itu bagus selama diKios dan toko-toko sejenis yang bermunculan bisa membuktikan bahwa harga barang yang ditawarkan memang lebih murah daripada toko tradisional.

Jika harga barangnya justru lebih mahal, karena harus menghitung biaya pengirimannya, lanjut Jeffrey, rasanya tidak menarik bagi masyarakat untuk membukanya.

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID Foto: diKios

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here