Smartfren meluncurkan eSIM di Jakarta pada Desember 2019.

Pasar eSIM global dinilai tumbuh lambat karena berbagai hal, tapi memiliki prospek yang potensial.  

Jakarta, TechnoBusiness ID • Terkadang respons pasar tidak secepat perkembangan teknologinya. Contohnya, Embedded SIM (eSIM), kartu virtual untuk perangkat telekomunikasi seluler.

Baca Juga: Pasar eSIM Global Diperkirakan Bernilai US$700 Juta

Di seluruh dunia, baru ada 10 negara yang menawarkan dukungan terhadap teknologi eSIM. Itu mayoritas yang menggunakan perangkat iPhone, Google Pixel 2, dan Samsung.

Pemicunya karena perangkat yang tersedia kebanyakan belum mendukung penggunaan eSIM. Penggunaan eSIM baru sebatas pada perangkat-perangkat kelas atas (high-end).

Padahal, pemakaiannya mudah. Tinggal buka kamera, pindai QR Code yang menyertai, eSIM sudah bisa digunakan. Lebih dari itu, eSIM juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan kartu fisik.


Baca Juga: Cara Mudah Gunakan eSIM Smartfren di iPhone 11



Sumber: Forest Interactive, Februari 2021

Meski tumbuh lambat, para analis meyakini pasar eSIM global amat prospektif karena kelebihannya itu. Apalagi penggunaan perangkat wearable dan Internet of Things semakin masif.

Berdasarkan data GSMA Intelligence, pasar IoT Asia Pasifik pada 2020 menyumbang 35% dari total pendapatan global. Pendapatan pasar IoT sebesar itu diyakini akan mendorong permintaan pasar eSIM.

Oleh karena itu, pasar eSIM Asia Pasifik antara 2000-2027 secara gabungan diperkirakan tumbuh sedikitnya 18,5%. “Pertumbuhan ini yang tercepat ketimbang wilayah lain,” kata Yoseph Wijaya, Head of Product Forest Interactive, di Jakarta, Kamis (25/2).


Baca Juga: Microsoft Bangun Data Center Pertama di Indonesia Tahun Ini

Walaupun pendongkrak pasar eSIM global, termasuk Asia Pasifik, paling manjur adalah ketersediaan perangkat pendukungnya. “Teknologi ini akan segera di mana-mana dengan 2 miliar perangkat yang terhubung dengan eSIM,” lanjut Yoseph.

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID • Foto: TechnoBusiness Photo

 

Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda dan simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here