Nilai paten ZTE tercatat cukup besar.

Nilai paten ZTE saat ini tercatat lebih dari RMB45 miliar atau sekitar Rp100,6 triliun.

Shenzhen, TechnoBusiness CN • ZTE Corporation (0763.HK/000063.SZ), perusahaan teknologi telekomunikasi global yang berbasis di Shenzhen, diakui menjadi perusahaan dengan paten lumayan banyak.

Baca Juga: Mengungkap Strategi AWS Indonesia dalam Menggaet Pelanggan

Bahkan, Jones Lang LaSalle dalam laporan terbarunya berjudul “Tantangan dan Prospek Industri Telekomunikasi China dan Pasar Kekayaan Intelektual” menempatkan nilai paten ZTE di posisi teratas.

Menurut perusahaan manajemen investasi tersebut, nilai paten ZTE menempati urutan pertama dalam tata letak paten global sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap penelitian dan pengaturan standar teknologi 5G global.

Hingga saat ini, menurut Jones Lang LaSalle dalam laporan tersebut, nilai paten ZTE telah melebihi RMB45 miliar (sekitar Rp100,6 triliun).


Baca Juga: Perkembangan Industri Data Center di Indonesia



Itu merupakan buah dari tekad ZTE dalam membangun kompetisi inti sebagai kontributor utama standar 5G global.

ZTE telah menginvestasikan lebih dari RMB10 miliar setiap tahun untuk penelitian dan pengembangan (litbang) dalam beberapa tahun terakhir.


Pada 2020, pengeluaran untuk litbang-nya mencapai RMB14,8 miliar, terhitung 14,6% dari pendapatan operasionalnya.

Baca Juga: Inavoice: “Kami Punya 200 Voice Over Talent dari 30 Negara”


ZTE, didukung pengeluaran litbang yang besar dan akumulasi teknologi yang berkelanjutan, telah mengajukan lebih dari 80.000 aplikasi paten global hingga Maret lalu.


Itu mengakumulasi lebih dari 38.000 paten yang diberikan secara global, termasuk 4.270 aplikasi paten chip dan lebih dari 1.800 paten yang diberikan.

Laporan IPlytics yang dirilis pada Februari lalu memasukkan ZTE dalam tiga teratas kepemimpinan 5G global berkelanjutan yang dinyatakan sebagai Paten Esensial Standar.

Baca Juga: Negara ASEAN Ini Masuk 10 Besar Pengguna Clubhouse Terbanyak


“Beberapa pencapaian ini telah diubah menjadi produk berteknologi tinggi untuk membantu ZTE memperluas pasar luar negeri seperti Eropa dan Amerika Utara,” ungkap Hu Yi, VP dan Kepala Departemen Kekayaan Intelektual ZTE Corporation.

Lebih dari itu, beberapa di antaranya telah berkembang menjadi aset tidak berwujud, termasuk kekayaan intelektual seperti paten.•

—Zhang Ju, TechnoBusiness CN • Foto: ZTE


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here