Strategi AWS Indonesia dinilai cukup efektif dalam menggaet pelanggan.

Inilah strategi AWS Indonesia dalam menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya. Seperti apa?

Jakarta, TechnoBusiness ID • Amazon Web Services (AWS), penyedia platform public cloud global di bawah naungan raksasa e-commerce Amazon, resmi membuka kantor layanan di Indonesia pada Maret 2018.

Baca Juga: Perkembangan Industri Data Center di Indonesia

Sejak itu, AWS Indonesia langsung gencar menggarap pasar yang paling potensial di Asia Tenggara ini, yang menurut Boston Consulting Group akan bernilai US$800 juta pada 2023 nanti.

Pertanyaannya, bagaimana strategi AWS Indonesia dalam mencuri ceruk pasar yang besar itu? Stanley Chan, Senior Manager Partner Development AWS Asia Pasifik, pada Kamis (15/4) “membocorkan” strategi tersebut.

Chan memaparkan bahwa menggandeng sebanyak-banyaknya pihak ketiga, yang dinamakan AWS Partner Network (APN), merupakan strategi AWS Indonesia dalam menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: AWS Indonesia: “Indonesia Pasar yang Penting bagi AWS” (1)



Cara itu memang bukan strategi AWS Indonesia secara khusus, melainkan sudah menjadi strategi AWS di kancah global. Saat ini, AWS telah memiliki puluhan ribu APN yang tersebar di seluruh dunia.


Di Indonesia, meski baru tiga tahun, AWS sudah memiliki ratusan APN. APN itulah yang menjadi strategi AWS Indonesia dalam memperoleh pelanggan, tentu saja atas dukungan teknis dan pemasaran dari AWS.

Chan menjelaskan bahwa APN tersebut terbagi ke dalam dua kategori, yakni consulting partner dan technology partner. Dua kategori tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.


Baca Juga: Inavoice: “Kami Punya 200 Voice Over Talent dari 30 Negara”

Consulting partner yaitu perusahaan yang menawarkan jasa konsultasi teknologi informasi, integrasi sistem, pengembangan aplikasi, dan layanan terkelola,” katanya.

Sementara technology partner adalah perusahaan yang mengembangkan produk dan solusi di atas infrastruktur AWS yang dilindungi hak cipta.

ICS Compute, perusahaan konsultan teknologi informasi di Tanah Air, misalnya, termasuk APN kategori consulting partner, sedangkan Salesforce, Cisco, Siemens dan sejenisnya tergolong technology partner.


Baca Juga: Mengintip Strategi Expedia yang Baru di Era Normal Baru


Untuk kategori technology partner, AWS menawarkan AWS Marketplace, platform belanja mirip Amazon yang diperuntukkan bagi pengembangan teknologi informasi.

Saat ini, AWS Marketplace menawarkan lebih dari 7.000 produk yang terbagi dalam 39 kategori perangkat lunak hasil pengembangan sekitar 1.500 partner yang tersebar di 20 region tempat AWS beroperasi.


Chan mengakui secara terang-terangan bahwa, “APN merupakan perpanjangan tangan AWS untuk menyediakan solusi yang paling cocok dengan kebutuhan pelanggan.”

Baca Juga: Negara ASEAN Ini Masuk 10 Besar Pengguna Clubhouse Terbanyak

Itulah strategi AWS Indonesia dalam menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya, strategi yang tentu saja menguntungkan kedua belah pihak dan meraup pangsa pasar dengan cepat.

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID Foto: AWS


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here