GoTo Group, grup yang menjadi payung Gojek dan Tokopedia saat ini.

Gojek dan Tokopedia sama-sama memiliki sederet investor blue chip. Apa kata mereka tentang “kelahiran” GoTo Group? 

Jakarta, TechnoBusiness ID • Dua raksasa teknologi Tanah Air, Gojek dan Tokopedia, hari ini resmi merger dan berada dalam satu payung GoTo Group.

Baca Juga: Gojek-Tokopedia Resmi Merger Jadi GoTo Group

Yang menarik, merger tersebut bukan sekadar memperkuat ekosistemnya, tetapi juga “menggabungkan” para investor yang sebelumnya menjadi “pendukung” masing-masing perusahaan.

Seperti diketahui, sebagai startup yang berkembang pesat, Gojek dan Tokopedia sama-sama didukung oleh investor-investor blue chip.

Investor-investor itulah yang secara otomatis menjadi pendukung GoTo Group.

Investor-investor blue chip itu, antara lain Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST.



Baca Juga: Kinerja ICS Compute Tumbuh Cepat Berkat AWS


Lalu, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequioa Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa, dan Warburg Pincus.

Lantas, apa kata para investor tersebut terkait merger Gojek-Tokopedia menjadi GoTo Group?

GoTo Group itu unik, strategis, dan kuat. Tidak ada perusahaan internet modern di mana pun di dunia yang saya ketahui yang mempunyai kepemilikan mendalam atas begitu banyak kategori di saat yang bersamaan,” kata Shailendra Singh, Managing Director Sequioa Capital (India) Singapura, investor awal di Gojek dan Tokopedia.


Baca Juga: Layanan Pesan Antar Makanan Online Bernilai US$126,91 Miliar

Kami sangat senang dengan peluang yang diciptakan oleh GoTo Group yang mengombinasikan kapabilitas Gojek dan Tokopedia yang saling melengkapi di layanan e-commerce, layanan pengiriman dan pembayaran on-demand, serta membangun tim yang kuat untuk mendorong inovasi internet di tingkat regional dan global dari Indonesia. Kami berharap dapat terus mendukung kombinasi usaha GoTo Group di Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara pada tahun-tahun mendatang,” kata James Mitchell, Chief Strategy Officer dan Senior Executive Vice President Tencent.•  

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID • Foto: GoTo Group


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here