GrabFood, salah satu penyedia layanan pesan antar makanan online di Asia Tenggara.

Pasar layanan pesan antar makanan online global diperkirakan akan terus tumbuh hingga bernilai US$192,192,16 miliar pada 2025.

Dublin, TechnoBusiness Insights • Layanan pesan antar makanan online di berbagai negara terus tumbuh seiring dengan tren penggunaan teknologi yang dipercepat oleh munculnya pandemi COVID-19.

Baca Juga: Lebih dari Separuh Korban Ransomware Pilih Membayar Tebusan

Selama pandemi, layanan pesan antar makanan online menjadi pilihan karena aktivitas keluar rumah dibatasi. Semua orang dipaksa bekerja dan belajar dari rumah.

Tren itu masih berlanjut. Menurut ResearchAndMarkets, firma riset global yang berbasis di Dublin, Irlandia, pasar layanan pesan antar makanan online global 2021 bernilai US$126,91 miliar.


Nilai pasar layanan pesan antar makanan online global 2021 itu naik dari realisasi tahun lalu yang tercatat sebesar US$115,07 miliar.

Baca Juga: Lenovo Pimpin Pengiriman PC Global pada Kuartal 1/2021




Nilai pasar layanan pesan antar makanan online global itu berasal dari kategori platform to customer dan restaurant to customer, dilayani melalui saluran situs web dan aplikasi.


Sementara pembayarannya menggunakan metode bayar di tempat (cash on delivery) dan pembayaran online. Selain itu, kecepatan pengiriman juga menjadi kunci keberhasilan layanan tersebut.

Karena diyakini bakal terus tumbuh, maka pasar layanan pesan antar makanan online global pada 2025 diproyeksikan akan bernilai US$192,16 miliar, menurut ResearchAndMarkets.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: ResearchAndMarkets, Mei 2021

Foto: GrabFood 


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here