Korban ransomware yang membayar uang tebusan ternyata lumayan banyak.

Korban ransomware yang memilih membayar uang tebusan dalam satu tahun terakhir ternyata tidak sedikit.

Jakarta, TechnoBusiness Insights Wow, ancaman para penjahat siber yang meminta para korban ransomware membayar uang tebusan ternyata bukan isapan jempol belaka.

Baca Juga: Lenovo Pimpin Pengiriman PC Global pada Kuartal 1/2021

Perusahaan pengembang sistem keamanan siber asal Rusia, Kaspersky, mengungkapkan bahwa lebih dari separuh (56%) dari 1.500 korban ransomware memilih membayar uang tebusan.

Hal itu dilakukan setelah para penjahat siber berhasil mencuri data-data dan meminta korban ransomware membayar uang tebusan demi bisa mengakses kembali data mereka.

Meski begitu, 17% dari korban ransomware yang bersedia membayar tebusan percaya bahwa membayar tebusan tidak menjamin data yang dicuri kembali.

Baca Juga: Alokasi Pengeluaran TI Global 2021 Mencapai US$4,1 Triliun



Dalam studi Kaspersky tahun lalu, korban ransomware yang mendapat tuntutan untuk membayar uang tebusan paling banyak berusia 35-44 tahun, dan dua pertiga (65%) di antaranya mengaku sudah membayarnya.


Jika korban ransomware itu Anda, Head of Consumer Product Marketing Kaspersky Marina Titova mengatakn tak perlu membayar tebisan jika perangkat terkunci.

“Membayar uang tebusan dalam jumlah besar hanya akan mendorong para pelaku kejahatan siber untuk melanjutkan praktik mereka,” kata Titova. “Hubungi penegak hukum saja.”



Baca Juga: Nilai Pasar Kamera Aksi Global Bernilai US$3,2 Miliar

Apalagi, hanya 29% korban ransomware yang benar-benar mendapatkan kembali akses menuju data mereka. Separuh (50%) korban ransomware kehilangan setidaknya beberapa file mereka.

Lalu, 32% korban ransomware kehilangan jumlah data yang signifikan, 18% lainnya kehilangan sejumlah kecil file, dan 13% mengaku kehilangan hampir seluruh datanya.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Kaspersky

Foto: Kaspersky


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here