Pengeluaran TI global terus meningkat.

Alokasi pengeluaran TI global 2021 diperkirakan akan bernilai US$4,1 triliun, lebih besar dari tahun lalu.  

California, TechnoBusiness Insights • Dewasa ini, perusahaan mulai menyadari bahwa teknologi informasi (TI) bukan lagi sebagai pendukung operasional bisnis, melainkan bagian dari inti bisnis itu sendiri.

Baca Juga: Nilai Pasar Kamera Aksi Global Bernilai US$3,2 Miliar

Karena itu, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk memperkuat TI-nya guna meningkatkan produktivitas dengan menekan biaya operasionalnya.

“TI tidak lagi hanya mendukung operasional perusahaan seperti biasanya, tetapi sepenuhnya berpartisipasi dalam pengiriman nilai bisnis,” ujar John-David Lovelock, Vice President of Research Gartner Inc. (NYSE: IT).

Baca Juga: Pasar Printer Industri Indonesia Rontok Hampir Setengahnya

TI telah pindah peran dari semula back office menjadi front office sehingga mengubah sumber pendanaan dari biaya overhead yang dijaga, dipantau, dan terkadang dipotong menjadi hal yang mendorong pendapatan.




Tahun ini, menurut firma riset Gartner, alokasi pengeluaran TI global diperkirakan mencapai US$4,1 triliun, 8,4% lebih besar dari realisasi tahun lalu.

Baca Juga: Seperti Apa Tren Pengguna TikTok di Indonesia Saat Ramadan?

Alokasi pengeluaran TI global itu akan terus tumbuh dengan pertumbuhan tertinggi pada 2022 diperkirakan berasal dari perangkat keras (14%) dan perangkat lunak (10,8%) perusahaan.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Gartner, April 2021

Foto: Pixabay

 

Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here