Connect with us

Finance

1 dari 3 Orang Indonesia Tertarik Memiliki Kripto

Published

on

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Sebanyak 63% masyarakat Indonesia telah mengetahui tentang mata uang digital (cryptocurrency). Kesadaran masyarakat itu tergolong yang paling tinggi di dunia mengalahkan negara-negara lain seperti Malaysia, Prancis, Italia, dan Irlandia.

Persentase itu dihitung dari 1.000 responden lokal berusia 18 tahun ke atas yang disurvei oleh Kantar TNS (sebelumnya dikenal sebagai Taylor Nelson Sofres/TNS), firma riset pasar yang berbasis di London, Inggris. Survei dilakukan pada Juni lalu.

Dari total responden juga diketahui 1 dari 4 orang sudah memiliki mata uang kripto dan 1 dari 3 orang tertarik untuk memilikinya. Kantar TNS menyatakan 84% orang tertarik memiliki kripto untuk tujuan investasi.

Baca Juga: Inilah 100 Universitas Paling Inovatif di Dunia 2018 

Advertisement

Mereka (87%) yang menjadikan kripto sebagai produk investasi mayoritas pria, sedangkan 47% wanita menyatakannya sebagai alat pembayaran di internet. Sebanyak 47% orang setuju jika kripto merupakan produk investasi yang aman.

(Catatan Redaksi TechnoBusiness Indonesia: Mata uang kripto sebagai produk investasi masih menjadi ajang perdebatan. Bank Indonesia juga masih melarang penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran).

Oleh sebab itu, menurut Kanta Nandana, Country Manager Luno Indonesia, penyedia platform jual-beli kripto global yang berkantor pusat di London, kripto berpotensi besar untuk diadopsi di Indonesia.

“Adopsi itu bisa memanfaatkan kripto sebagai alat investasi serta instrumen untuk menyimpan dan mentransfer dana,” ungkap Kanta kepada media di Jakarta, Selasa (16/10).

Baca Juga: Mengenal Crowde, Platform untuk Permodalan Petani

Advertisement

Sebagai platform jual-beli kripto, Luno menawarkan tingkat keamanan terbaik. “Kami ingin menjadi pilihan nomor satu bagi orang-orang Indonesia untuk memiliki Bitcoin pertama mereka,” lanjut Kanta.

Untuk diketahui, Luno berdiri di Singapura pada 2013 dengan nama BitX. Pada 2017, BitX berganti nama menjadi Luno dan memperkuat pasarnya di Eropa. Sampai saat ini, Luno telah memperoleh pendanaan sebesar US$13,8 juta.

Putaran pendanaan terbaru diperoleh pada September 2017 dari tiga pemodal ventura yang dipimpin oleh Balderton Capital Group senilai US$9 juta. Investasi lain berasal dari Venturra Capital, PayU, Digital Currency Group, dan AlphaCode Club.

Setiap hari Luno mentransaksikan 50-70 Bitcoin dan Ethereum dari jumlah total 2 juta pengguna Luno secara global yang ditargetkan naik jadi 1 miliar pengguna pada 2025. Indonesia menyumbang 15% dari seluruh jumlah pengguna tersebut.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: TechnoBusiness ID

Advertisement

 

Continue Reading
Advertisement