Ahmad Al-Neama, Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Ooredoo Tbk. dalam pemaparan kinerja keuangan perusahaan kemarin.

Pendapatan Indosat Ooredoo pada semester 1/2020 menunjukkan kinerja yang positif meski dibayang-bayangi pandemi COVID-19.

Jakarta, TechnoBusiness ID Total pendapatan PT Indosat Ooredoo Tbk. (IDX: ISAT) semester 1/2020 naik 9,4% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 13,5 triliun.

Baca Juga: Severan Rault jadi Group CTO Gojek

Dalam laporan kinerja perusahaan yang disampaikan di Jakarta pada Rabu (29/7), pendapatan seluler Indosat Ooredoo naik 11,8% menjadi Rp 11,1 triliun.

Lalu, EBITDA Indosat Ooredoo tercatat sebesar Rp 4,4 triliun atau meningkat 22,5% dan EBITDA margin tercatat sebesar 44,4% atau 4,3% lebih besar daripada tahun lalu.

Baca Juga: Pemilik OLX Akuisisi Iklan Baris eBay Senilai US$ 9,2 Miliar

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz A. A. Al-neama mengatakan perusahaan yang dipimpinnya telah berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dan memberikan kinerja yang solid pada semester 1/2020.


“Meskipun ada rintangan yang disebabkan pandemi COVID-19, kami tetap berada di jalur yang tepat dengan strategi tiga tahun dan terus berharap mempertahankan tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” ungkap Ahmad.

Untuk diketahui, pelanggan seluler Indosat Ooredoo per Juni 2020 mencapai 57,2 juta, meningkat 0,9% dibanding tahun lalu. Trafik datanya pun meningkat sebanyak 61% dibanding tahun lalu.

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

[nextpage]
Dari jumlah pelanggan sebanyak itu, rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) Indosat Ooredoo meningkat menjadi Rp 31,4 ribu dari sebelumnya Rp 27,9 ribu.

Baca Juga: Bisnis Layanan Cloud di Asia Tenggara Cenderung Turun

JEFFREY BAHAR
Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

Namun, pendapatan Indosat Ooredoo yang meningkat itu dinilai wajar. Sebab, menurut Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, peningkatan pendapatan itu memang sudah seharusnya terjadi.

“Apalagi di musim pandemi virus Corona seperti sekarang ini, semua orang membutuhkan layanan data internet yang tinggi,” ungkapnya. “Kalau tidak naik justru aneh.”

Baca Juga: Dicari Segera: Talenta Cloud Berpengalaman!

Bayangkan, para pekerja kantoran harus bekerja dari rumah dan bagi pelajar harus belajar di rumah. Semua itu membutuhkan data internet dan, tentu saja, pulsa untuk menelepon.

Jadi, perusahaan telekomunikasi seluler merupakan salah satu perusahaan yang tetap tumbuh di tengah pandemi. “Sama seperti perusahaan penyedia layanan konferensi video, perusahaan telekomunikasi seluler amat krusial di masa pandemi ini,” ujar Jeffrey.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Indosat Ooredoo

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here