Bisnis layanan cloud di Asia Tenggara melandai.

Bisnis layanan cloud di Asia Tenggara memang masih menunjukkan pertumbuhan, tapi trennya melandai.

Kuala Lumpur, TechnoBusiness Insights ● Bisnis layanan cloud tetap tangguh dan mencatatkan pertumbuhan yang baik di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Penting, Perusahaan Mesti Pahami 5 Tren Pasar Terbaru Ini

Periset pasar IDC memproyeksikan layanan cloud untuk Infrastructure as a Service (IaaS) seregional tahun ini tumbuh 26%.

Upaya beradaptasi untuk bekerja dari rumah dan belajar di rumah selama pandemi COVID-19 telah meningkatkan permintaan terhadap layanan cloud.

Tapi, melihat data yang ada, pertumbuhan yang tetap kuat itu sebenarnya menunjukkan tren melandai dibanding tahun lalu dan perkiraan tahun depan.

Baca Juga: Survei: 82% Orang Tua Tak Siap Anaknya Belajar di Rumah  


Tahun lalu, layanan cloud Iaas tumbuh 28,4% dan tahun depan diproyeksikan sebesar 22,7%.

Data: IDC, Juli 2020

Demikian juga layanan cloud untuk Platform as a Service (PaaS), tahun lalu mencatatkan pertumbuhan 39,3%, tahun ini 38,5%, dan tahun depan diperkirakan 37,5%.

Lalu, layanan cloud untuk Software as a Service (SaaS) tahun lalu membukukan pertumbuhan 25,7%, tahun ini 22,8%, dan tahun depan kemungkinan hanya 21,5%.

Baca Juga: 5 Alasan Wanita Asia Tenggara Ingin Wirausaha

Meski data menunjukkan tren yang menurun, IDC tetap memaparkan sebagai hal yang positif.

“Jelas bahwa organisasi telah mendapat manfaat dari teknologi layanan cloud selama krisis ini,” kata Duncan Tan, Senior Research Manager  IDC Malaysia.

Otomatisasi, ketahanan bisnis, kontinuitas, alat komunikasi dan kolaborasi, serta data analitik di wilayah ini—sama seperti inisiatif transformasi digital global—membutuhkan layanan cloud.

Baca Juga: Pembelajaran Jarak Jauh, Strategi Baru Lembaga Pendidikan

Sayangnya, IDC hanya memaparkan persentase pertumbuhan kepada publik tanpa merinci nilai pasar atau bisnis layanan cloud tersebut.

Sebagai gambaran, Statista menyebut pasar layanan cloud global—yang meliputi hosting, storage, computing dan keamanan cloud—pada 2017 bernilai US$ 126 miliar.

Angka itu diyakini bakal terus tumbuh hingga mencatatkan nilai sebesar US$ 163 miliar pada 2021.●

 

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: IDC, Juli 2020

Foto: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here