Penerapan sistem belajar di rumah masih diragukan kualitasnya.

Ternyata nyaris tidak ada orang tua yang siap anaknya belajar di rumah selama pandemi virus Corona (COVID-19).   

Virginia, TechnoBusiness Insights • Meski pandemi virus Corona (COVID-19) belum menunjukkan tanda-tanda hilang, bahkan naik, tahun ajaran baru tetap dimulai.

Baca Juga: 5 Alasan Wanita Asia Tenggara Ingin Wirausaha

Pemerintah Virginia memutuskan anak sekolah belajar di rumah secara online, alih-alih bertatap muka dalam kondisi normal.

Secara proses sebetulnya lebih mudah, tapi rupanya tidak banyak orang tua yang siap jika anaknya mesti belajar di rumah.

Berdasarkan survei Homes.com, 82% orang tua mengaku mereka tidak siap memulai atau melanjutkan belajar di rumah (home schooling).

Baca Juga: Tiga Kunci Sukses Sharp Electronics di Masa Pandemi


Dari 700 responden, hanya 18% orang tua yang merasa “benar-benar siap” anaknya belajar di rumah selama musim pandemi virus Corona.

Sebaliknya, ada 24% orang tua yang mengatakan “benar-benar tidak siap” anaknya belajar di rumah.

Sisanya, 21% menyatakan “agak siap” anaknya belajar di rumah; 13% mengatakan “agak tidak siap”; dan 24% mengaku “tidak yakin”.

Baca Juga: Pembelajaran Jarak Jauh, Strategi Baru Lembaga Pendidikan

Kebanyakan (27%) orang tua mengkhawatirkan jika anaknya belajar di rumah bakal tidak fokus mengerjakan pekerjaan sekolah dan hilangnya interaksi sosial, terutama anak-anak prasekolah dan sekolah dasar.

Sebanyak 13% merasa kurangnya program setelah sekolah; 12% menyatakan tidak mampu untuk mengganti guru (12%).

Alasan lainnya, 10% terkait kebutuhan pengasuhan anak, dan 9% orang tua merasa teknologi yang dimiliki tidak memandai untuk belajar di rumah.

Baca Juga: 3 Tantangan Transformasi Bisnis Digital Perusahaan Indonesia

“Studi kami menunjukkan seberapa banyak orang tua bergulat dengan lingkungan rumah yang berubah,” kata Presiden Homes.com David Mele di Virginia, Kamis (17/7).

Hampir 23% orang tua yang anaknya belajar di rumah mengatakan harus mengajarkan sebagian atau seluruhnya isi kurikulum sendiri.

Hanya 35% anak sekolah yang menyelesaikan tugasnya secara mandiri saat belajar di rumah.

Baca Juga: Strategi Baru GoPro Setelah Terjerembab Pandemi

Jadi, jelas bahwa di seluruh dunia, termasuk di Virginia, orang tua merasa prihatin dengan kemampuan anak-anak mereka jika belajar di rumah terus berlangsung.=

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Homes.com

Foto: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here