TechnoBusiness Insights
4 Tren Pembayaran Digital di Indonesia 2025 Menurut Visa
Inilah empat tren pembayaran digital di Indonesia 2025.

● Penetrasi mobile di Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 70% dari populasi.
● Visa menemukan bahwa transaksi online memiliki risiko penipuan 7,5 kali lipat.
Jakarta, TechnoBusiness Insights ID ● Visa (NYSE: V), perusahaan penyedia solusi pembayaran digital global asal California, Amerika Serikat, melihat beberapa tren yang membentuk pembayaran digital, baik domestik maupun internasional.
Tren yang dimaksud, menurut Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari, salah satunya adalah pertumbuhan mobile internet yang mendorong pertumbuhan digital ekonomi mencapai gross merchandise value (GMV) US$360 miliar pada 2030.
Potensi pertumbuhan itu jelas meningkatkan nilai pembayaran digital yang menjadi fokus bisnis Visa. Di Indonesia, Visa menawarkan beberapa kategori layanan, antara lain Consumer Payments, Commercial and Money Movement Solutions, hingga Value Added Services.
Lantas, apa tren pembayaran digital di Indonesia tahun ini menurut Visa? Setidaknya ada empat tren, yaitu:
1. Pertumbuhan e-commerce 2,5 kali lipat
Penetrasi mobile di Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 70% dari populasi. Penetrasi itu mendorong tren pembayaran digital, yang sektor e-commerce menjadi salah satu pengerek tertinggi (130%) pada 2030, diikuti sektor non-travel yang tumbuh 35% dengan GMV US$360 miliar pada 2030, berdasarkan laporan Google, Temasek, & Bain 2024.
2. Liburan ke negara terdekat
Wisatawan dari Asia Tenggara lebih memilih untuk bepergian ke negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. Hal itu menjadi salah satu fokus Visa untuk menghadirkan inisiatif-inisiatif seperti penguatan solusi cross-border melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai sektor pariwisata di Indonesia.
3. Kebutuhan pembayaran B2B meningkat
Tren adopsi pembayaran komersial oleh pelaku industri B2B meningkat. Tren itu didorong oleh meningkatnya kebutuhan otomatisasi proses pembayaran internal hingga tantangan pengelolaan keuangan internal peruusahaan.
4. Memperkuat perlindungan terhadap penipuan
Visa menemukan bahwa transaksi online memiliki risiko penipuan 7,5 kali lipat dibanding transaksi offline. Untuk mengantisipasi penipuan, Visa mengembangkan solusi Visa Consumer Authentication Service yang menggunakan analisis pola kebiasaan dan perilaku konsumen berbasis AI.●
Teks: TechnoBusiness Insights ID
Data: Visa, Februari 2025
Foto: Visa