Mereka yang berusia semakin lanjut akan semakin sulit mengadopsi kemajuan teknologi.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Teknologi telah mengubah semua lini kehidupan. Tinggal bagaimana pengguna memanfaatkannya, apakah untuk kepentingan positif atau negatif.

Seperti yang kita rasakan saat ini, kita bisa berkomunikasi antarsesama tanpa batas jarak dan waktu dengan sangat murah; banyak di antara kita yang kaya mendadak karena teknologi.

Baca Juga: Benarkah Orang Indonesia Paling Ramah di Dunia?

Akan tetapi, tidak dimungkiri bahwa tak semua orang mampu mengadopsi kehadiran teknologi yang semakin lama semakin mutakhir. Terutama orang-orang yang berusia matang.

Berdasarkan survei terbaru perusahaan antivirus Kaspersky yang berbasis di Rusia, lebih dari sepertiga (35%) orang yang berusia 55% ke atas mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan teknologi jika tidak dibantu anak-anaknya.

Baca Juga: Yanolja Raih Pendanaan US$180 Juta dari Booking Holdings

Lebih dari setengah (55%) generasi milenial merasa berkewajiban membantu memberikan dukungan teknis sesuai permintaan kerabat yang lebih tua. Tapi, seperempat (35%) generasi milenial memilih menghindar dari permintaan bantuan.

“Tidak semua orang tumbuh dengan teknologi. Oleh karena itu, generasi yang lebih tua mungkin merasa tidak nyaman menggunakannya layaknya milenial atau mereka yang ahli dalam teknologi,” ungkap Chief Business Officer Kaspersky Alexander Moiseev.●

 —Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: clipart-library.com