Berbekal teknologi VisionAIre KYC, Nodeflux mulai menyasar industri perbankan di Tanah Air.

Jakarta, TechnoBusiness ID Setelah sukses mengimplementasikan kecanggihan teknologinya untuk kota pintar, pertahanan dan keamanan, manajemen pengawasan lalu lintas, analisis ritel, periklanan, dan sejenisnya, kini Nodeflux mulai menyasar industri perbankan.

Baca Juga: Nodeflux Sejajarkan Indonesia dengan Amerika 

Lewat teknologi pengenalan wajah (face recognition), perusahaan Vision AI pertama dan terbesar di Indonesia itu akan membantu lembaga-lembaga perbankan dalam mengotomasi sistem yang diperlukan terkait keamanan dan transaksi perbankan digital.

Teknologi AI dalam e-KYC juga mampu memangkas proses verifikasi data dari 18 menit menjadi hanya 1 menit.

Perluasan layanan itu dilakukan lantaran perusahaan-perusahaan perbankan kian masif mendigitalkan proses bisnis.

Menerapkan otomasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pun diperlukan.

Sebab, berdasarkan penelitian firma riset dan konsultasi manajemen global Ernst & Young asal London, Inggris, otomasi itu berbuah akurasi data dan efisiensi waktu.



Baca Juga: Pertemuan IMF-WB Dipantau Teknologi Pengenalan Wajah

Selain nasabah hanya perlu memindai dokumen pengenal dan foto untuk memverifikasi keabsahannya secara otomatis, teknologi AI dalam Electronics Know-Your-Customer (e-KYC) juga mampu memangkas proses verifikasi data dari 18 menit menjadi hanya 1 menit.


Nodeflux peringkat 25 dalam Face Recognition Vendor Test yang dilakukan NIST. 

Nodeflux, berbekal teknologi VisionAIre KYC yang dimilikinya, kini memanfaatkan kemampuan analitik face recognition-nya untuk melakukan hal seperti yang disebutkan Ernst & Young, yakni mengotomasi proses verifikasi data secara lebih singkat dan akurat.

“Di bawah payung VisionAIre, kami menghadirkan solusi yang menggabungkan antara vision AI, input, dengan analitik AI,” kata Richard Darmadi, Group Product Manager Nodeflux, di kantornya, Jakarta, Rabu (10/10).

Baca Juga: Teknologi Canggih di Balik "Smart City" Jakarta

Model AI yang dikembangkan Nodeflux mampu meminimalisasi campur tangan manusia dengan melatih teknologi analitik face recognition melalui bimetrik wajah.

Gunanya, jelas Chief Commercial Officer Nodeflux Ivan Tigana, untuk mencocokkan antara foto di identitas diri dengan swafoto sehingga terhindar dari aksi penipuan (fraud).

Untuk diketahui, teknologi face recognition Nodeflux terhitung sudah tergolong canggih. Buktinya, Nodeflux telah menjadi satu dari 24 anggota NVIDIA Metropolis Software Program Partner.

Nodeflux pun berhasil meraih peringkat 25 dalam penilaian Face Recognition Vendor Test yang dilakukan oleh National Institute Standards and Technology (NIST), Amerika Serikat, pada September lalu.

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto: TechnoBusiness Media

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here