Cliff Ricardo Sutantijo, VP of Product Marketing Qoala

Strategi pemasaran digital Qoala pada 2021 cukup menarik untuk disimak. Seperti apa itu?  

Jakarta, TechnoBusiness ID • Dikarenakan pandemi, hampir seluruh pelaku usaha dipaksa bertransformasi ke bisnis digital lebih cepat dari yang terpikirkan sebelumnya.

Baca Juga: Hiremii Agresif di Pasar Perekrutan Karyawan Australia Barat

Alih-alih memperkuat strategi pemasaran konvensional, kini perusahaan-perusahaan harus memikirkan strategi pemasaran digital mereka secara lebih serius.

Apalagi,  bagi perusahaan-perusahaan yang memang berbasis teknologi, seperti platform teknologi asuransi (insurtech) Qoala.

VP of Product Marketing Qoala Cliff Ricardo Sutantijo secara terang-terangan mengungkapkan bahwa strategi pemasaran digital Qoala lebih diperkuat ketimbang pola tradisional.

Baca Juga: Penipuan Belanja Online Meningkat Pesat Selama Pandemi


Strategi pemasaran digital Qoala menggunakan basis data setiap kanal bisnisnya, mulai dari brand awareness hingga conversion, yang diolah dengan baik.

Data yang diolah itu kemudian digunakan untuk keperluan optimasi kinerja dan menjadi bagian dari strategi pemasaran digital Qoala.

“Tantangan yang muncul adalah bagaimana kami menganalisis setiap kampanye digital yang dijalankan untuk membaca perilaku konsumen,” kata Cliff di Jakarta, Jumat (27/11).

Baca Juga: The Body Shop Indonesia Alihkan Separuh Bisnis ke Digital

Juga, sebagai tantangan berikutnya, mengoptimalkan kampanye digital sesuai target pasar Qoala.

Pada 2021, strategi pemasaran digital Qoala akan lebih agresif ketimbang sebelumnya. Bahkan, Qoala akan memanfaatkan platform video musik pendek TikTok yang sedang berkembang pesat di Tanah Air.

Itu berarti, strategi pemasaran digital Qoala juga diarahkan untuk Generasi Milenial dan Generasi Z—yang memang sedang “gandrung” dengan TikTok asal China tersebut.

Baca Juga: Dua Seri Sepeda Motor Listrik Niu Terbaru Masuk Indonesia

“Langkah ini merupakan salah satu cara kami untuk memberikan edukasi tentang pentingnya asuransi sejak dini,” kata Cliff.


Strategi pemasaran digital Qoala dengan masuk ke ekosistem semacam TikTok dan jejaring sosial lainnya dinilai tepat.

Strategi pemasaran digital Qoala dengan masuk ke ekosistem semacam TikTok dan jejaring sosial lainnya dinilai oleh Group Deputy CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar tepat.

“Strategi pemasaran digital Qoala yang memanfaatkan TikTok dan sejenisnya amat tepat lantaran target utamanya adalah mereka yang berusia 18-40 tahun,” kata Jeffrey kepada TechnoBusiness Indonesia, Minggu (29/11).

Sebagai perusahaan insurtech, lanjut Jeffrey, yang memahami produk dan bisnisnya tentu Generasi Milenial dan Generasi Z. Kelebihan kedua generasi itu, jumlah mereka paling banyak dibanding generasi lainnya.

Baca Juga: Gunakan Jurus Aikido, Omzet Hody.id Naik Lima Kali Lipat

Yang lebih menarik lagi, mereka juga merupakan generasi masa depan. “Kalau mereka sudah diperkenalkan sejak dini, mereka akan mengingatnya di masa depan,” lanjutnya.

Karena itu, strategi pemasaran digital Qoala diyakini akan membuahkan hasil, setidaknya menurut prediksi Jeffrey dan keyakinan Qoala sendiri.•

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID • Foto: Qoala

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here