Seorang model mengenakan tas merek Hody.id.

Omzet produsen tas Hody.id naik lima kali lipat berkat jurus Aikido yang diajarkan dalam program Aksilerasi Ninja Xpress.

Jakarta, TechnoBusiness ID •  Hody.id, usaha kecil menengah asal Bogor yang memproduksi tas, berhasil menaikkan omzetnya hingga lima kali lipat saat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Normal Baru, Peluang Baru, Persaingan Baru

Hody.id mampu menaikkan omzet berlipat itu setelah menerapkan jurus Aikido yang diajarkan oleh mentor-mentor profesional Aksilerasi.

Aksilerasi merupakan program pembinaan usaha kecil menengah yang digagas oleh Ninja Xpress, perusahaan logistik yang didirikan pada 2015 dan berafiliasi dengan Ninja Van yang berpusat di Singapura.

Mira Nur, pendiri Hody.id, menjelaskan, sejak terjadinya pandemi dan daya beli masyarakat menurun, omzet tas kulit Zola Leather, bisnis utamanya, pun anjlok.

Baca Juga: Kampanye Harjoynas 11.11 JD.ID Dongkrak Penjualan 1.300%


Hody.id baru saja telah meluncurkan produk baru dan berhasil menjualnya hingga 120.000 pcs hanya dalam waktu 25 jam.

Ia lantas memutar otak demi tetap beroperasi dan mempertahankan tenaga kerjanya. Maka, keluarlah produk baru berbahan sintetis bernama Hody.id.

“Hody.id, produk tas berbahan sistetis ini dapat dikatakan sebagai produk pandemi yang sukses setelah menerapkan berbagai jurus Aikido,” ungkap Mira.

Sebab, dalam waktu yang kurang dari satu tahun, jumlah reseller Hody.id telah bertambah 27%, diikuti jumlah follower Instagram yang naik sampai 8%.

Mira memberdayakan ibu-ibu “Jago Jualan” yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjadi reseller Hody.id dengan sistem bagi hasil (profit sharing).


Baca Juga: Trade Expo Indonesia ke-35 Catatkan Transaksi US$678,1 Juta

Bahkan, belum lama ini Hody.id telah meluncurkan produk baru dan berhasil menjualnya hingga 120.000 pcs hanya dalam waktu 25 jam berkat jaringan reseller-nya itu.

Menurut Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto, omzet naik berlipat seperti yang diraih Hody.id milik Mira Nur merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.

Akan tetapi, lanjut Ligwina, seorang pebisnis tidak boleh lengah dan harus memastikan bahwa variable cost-nya dalam keadaan terkunci dan fixed cost-nya tetap terpantau.

Baca Juga: Alodokter Raih Pendanaan Tambahan Seri C dari MDI Ventures

“Lebih dari 70% usaha kecil menengah yang saya temui, memang masih butuh pendampingan, terutama di bidang pengelolaan finansial,” ungkap Ligwina yang juga mentor Aksilerasi Ninja Xpress.

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID Foto: IG Hody.id

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here