Grab masuk bursa Amerika tinggal menunggu bulan.

Akhirnya, Grab masuk bursa Amerika bukanlah kabar burung lagi. Dalam beberapa bulan ke depan, aksi korporasi itu akan terlaksana. 

Singapura, TechnoBusiness SG • Grab Holdings Inc., penyedia aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, kemarin resmi mengumumkan rencananya untuk menggelar penawaran saham perdana (IPO) di bursa Amerika Nasdaq.

Baca Juga: Tencent Cloud Luncurkan Internet Data Center di Indonesia

Grab masuk bursa Nasdaq lewat sarana investasi tujuan khusus (special purpose acquition company/SPAC) dengan Altimeter Growth Corporation (Nasdaq: AGC), perusahaan yang disponsori oleh Altimeter Growth Holdings, bagian dari Altimeter Capital Markers Platform.

Grab masuk Bursa Nasdaq dalam beberapa bulan ke depan dengan kode saham GRAB. Saat masuk bursa, Grab menawarkan performa bisnis dengan valuasi sebesar US$39,6 miliar berdasarkan nilai private investment in public equity (PIPE).

Grab masuk bursa diperkirakan akan menghasilkan dana tunai baru sebesar US$4,5 miliar. Aksi korporasi Grab itu kemungkinan akan menjadi penawaran ekuitas perdana terbesar sepanjang sejarah di bursa saham Amerika oleh perusahaan asal Asia Tenggara.

Baca Juga: Atome Gandeng MAP Perkuat Layanan “Buy Now Pay Later” di Indonesia



“Langkah ini merupakan pencapaian dari perjalanan kami dalam memberikan akses kepada setiap orang untuk dapat menikmati kemajuan ekonomi digital,” kata Anthony Tan, Group CEO dan co-founder Grab, dalam siaran persnya. 


Asia Tenggara yang menjadi basis Grab merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan ekonomi digital tercepat di dunia. Hal itu didukung oleh besarnya populasi yang mencapai dua kali lipat dari total populasi Amerika Serikat.


Dengan segmen utama layanan pengantaran, transportasi, dan keuangan, walau masih belum sebesar di Amerika dan China, Grab memperkirakan total pasarnya akan berkembang dari US$52 miliar pada 2020 menjadi US$180 miliar pada 2025.


Baca Juga: Twitter akan Akuisisi Clubhouse Senilai US$4 Miliar? 

Pada 2020, Grab berhasil mencatatkan gross merchandise value (GMV) sebesar US$12,5 miliar. Pencapaian yang meningkat meski ada pandemi, bahkan dua kali lipat dari pencapaian 2018, itulah yang mendorong Grab masuk bursa.

Di Asia Tenggara, Grab mengklaim telah menguasai 72% dari total GMV ride-hailing, 50% GMV layanan pesan antar makanan, dan 23% total payments volume (TPV) layanan pembayaran menggunakan dompet digital.


Founder dan CEO Altimeter Brad Gerstner menyatakan Altimeter Capital Markets senang menjadi mitra Grab masuk bursa dan bersemangat untuk bergabung menjadi pemilik-pemilik jangka panjang dari perusahaan yang inovatif dan bermisi besar itu.

—Michael T. Kheilton, TechnoBusiness SG • Foto: Grab


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here